Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tanggapi Aksi Galang Dana Atlet Tunarungu, Kemenpora Komitmen Dukung Atlet Disabilitas

Tanggapi Aksi Galang Dana Atlet Tunarungu, Kemenpora Komitmen Dukung Atlet Disabilitas
Plt. Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim saat memberikan keterangan. (foto: kemenpora.go.id)
Selasa, 01 September 2026 23:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memfasilitasi pembinaan atlet disabilitas di seluruh Indonesia. Pernyataan ini merespons narasi yang sempat viral terkait atlet tunarungu yang menggalang dana mandiri guna mengikuti kejuaraan internasional.

Plt. Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, menyampaikan mekanisme penyaluran pendanaan negara. Berdasarkan Undang-Undang Keolahragaan, pendanaan APBN hanya dapat disalurkan kepada organisasi yang secara resmi diakui oleh induk federasi internasional masing-masing.

Kemenpora, kata Budi, mengikuti dan mencatat mengenai rencana keberangkatan atlet tuna rungu ke Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championship 2026 di Penang. Rencana kepergian itu diorganisir oleh Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin).

Sementara, terkait status organisasi, khusus untuk atlet tuna rungu, maka secara internasional federasinya adalah International Committee of Sports for the Deaf (ICSD). Di Indonesia, organisasi yang diakui oleh ICSD adalah Indonesian Association of the Deaf Athlete atau Patrin.

"Berdasarkan aturan, hanya organisasi olahraga yang merupakan anggota federasi cabor internasional yang diakui dan bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/9).

Oleh karenanya, Budi menyayangkan narasi yang berkembang. Diharap seluruh pihak dapat mendukung pengembangan olahraga di Tanah Air, termasuk atlet disabilitas. Ditegaskan, Kemenpora terus berkomitmen untuk memperkuat tata kelola bersama NPC Indonesia.

"Tentu kami akan melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh dengan berpedoman anggaran dasar ICSD serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

Sementara, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menambahkan pemerintah bersama NPC Indonesia secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga disabilitas. Misalnya pembangunan fasilitas latihan olahraga Paralympic Training Center Indonesia di Jawa Tengah.

"Pemerintah juga memberikan dukungan finansial pengiriman atlet di ajang ASEAN Para Games atau Asian Para Games. Bahkan juga penambahan bonus yang ditransfer langsung kepada para atlet yang berprestasi melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia," pungkasnya. ***

wwwwww