Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

Wahyu Dewanto Perjuangkan Solusi Persoalan Kemacetan di Ismile Preschool

Wahyu Dewanto Perjuangkan Solusi Persoalan Kemacetan di Ismile Preschool
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto. (Ist)
Selasa, 01 September 2026 17:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Keluhan warga terkait kesemrawutan lalu lintas di depan Ismile Preschool Permata Hijau, Jakarta Selatan, mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto.

Wahyu mengatakan, kepadatan kendaraan pada jam masuk dan pulang sekolah sudah lama dikeluhkan warga. Sehingga, diperlukan solusi terbaik untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada semua pihak.

 
Politisi muda Partai Gerindra ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pengecekan terhadap aspek lalu lintas sekolah tersebut, termasuk memastikan Ismile Preschool sudah memiliki Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal-Lalin).
 
"Sudah lama warga bersabar gara-gara aktivitas antar-jemput sekolah yang memicu bangkitan kemacetan," kata Wahyu, Selasa (1/9/2026).
 
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) mengundang sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi atas kemacetan yang terjadi akibat aktivitas antar-jemput siswa. Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Mal Pelayanan Publik Dinas PM-PTSP DKI Jakarta, Jalan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. 
 
Pertemuan dipimpin Kepala Bidang Pelayanan I Dinas PM-PTSP DKI Jakarta Devi Lesmana dan dihadiri tiga perwakilan Ismile Preschool, Sudin Pendidikan Jakarta Selatan, Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Sudin PTSP Jakarta Selatan, Sudin Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), Lurah Grogol Utara, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
 
Keluhan mengenai kemacetan di sekitar sekolah yang berlokasi di Jalan Limo, Kelurahan Grogol Utara, disebut telah berlangsung cukup lama. Kondisi jalan yang relatif sempit membuat antrean kendaraan mudah terjadi, terutama ketika kendaraan orang tua berhenti terlalu lama saat mengantar maupun menjemput anak.
 
Dari hasil pembahasan, pihak sekolah menyatakan kesiapannya melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengurai kepadatan kendaraan. Salah satu langkah yang disepakati ialah mengatur kedatangan siswa secara bertahap.
 
"Pihak sekolah menyatakan kesiapannya untuk melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satunya dengan mengatur kedatangan siswa secara bertahap. Jadwalnya diatur sedemikian rupa untuk mengurangi antrean kendaraan yang mengantar jemput anak," ujarnya.
 
Menurutnya, sistem drop-off juga tidak akan dilakukan secara bersamaan. Siswa nantinya dibagi dalam beberapa kelompok waktu sehingga kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu di depan sekolah.
 
"Jadi drop-off-nya tidak boleh dalam satu waktu. Nanti dibagi beberapa segmen waktu sehingga tidak membuat antrean panjang," ungkapnya.
 
Selain pengaturan waktu, pihak sekolah akan mengoptimalkan peran guru untuk menjemput siswa yang turun dari kendaraan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penurunan anak sehingga kendaraan tidak terlalu lama berhenti di depan sekolah.
 
Pemerintah juga akan melibatkan kepolisian untuk membantu pengaturan lalu lintas pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, muncul pula opsi pemanfaatan area parkir milik PT Pharos yang berada di sekitar lokasi sebagai tempat parkir maupun lokasi drop-off alternatif.
 
"Seluruh kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan atau komitmen tertulis dari pihak Sekolah Ismile. Surat itu akan menjadi acuan dalam pelaksanaan dan evaluasi apabila persoalan kemacetan kembali muncul," tegasnya 
 
Sementara itu, perwakilan Ismile Preschool menyatakan pihak sekolah akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut. Arahan dari Dinas PM-PTSP DKI Jakarta akan dibahas secara internal untuk kemudian diterapkan dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
 
"Hasil rapat tadi akan kami bahas secara internal dan langsung diterapkan di lingkungan sekolah dalam aktivitas sehari-hari," pungkas salah satu perwakilan sekolah yang enggan disebutkan namanya. ***

wwwwww