Program Pembiayaan Bank Jakarta Bikin Untung Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Kian Berlipat
![]() |
| Pedagang rasakan manfaat program pembiayaan Bank Jakarta. (Ist) |
Selasa, 01 September 2026 17:05 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menggerakkan roda distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi pedagang untuk mengembangkan usaha. Salah satunya melalui dukungan permodalan dari Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta.
Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Pembiayaan yang diterimanya dinilai mampu memperkuat perputaran usaha hingga meningkatkan keuntungan secara signifikan.
Rosmani mengatakan, dirinya telah menekuni usaha perdagangan bawang merah sejak 2015. Dalam perjalanan usahanya, ia memperoleh pembiayaan modal dari Bank Jakarta sebesar Rp108 juta.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perputaran perdagangan bawang merah. Hasilnya, keuntungan yang diperoleh Rosmani kini meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya.
"Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat," kata Rosmani saat ditemui dalam acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9).
Ia berharap, program pembiayaan yang digulirkan Bank Jakarta dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar. Menurutnya, akses permodalan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pedagang untuk menjaga keberlangsungan sekaligus mengembangkan usaha.
"Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh pedagang. Harapannya bisa terus berlanjut," ujarnya.
Manfaat serupa dirasakan Ika Tiara, pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati. Ika mengaku telah beberapa kali memperoleh fasilitas pembiayaan modal dari Bank Jakarta.
Pada tahap sebelumnya, ia mendapatkan pembiayaan sebesar Rp500 juta. Sementara itu, pembiayaan terakhir yang diterimanya mencapai Rp400 juta.
Berbeda dengan Rosmani yang memanfaatkan dana untuk memperbesar perputaran usaha, Ika menggunakan sebagian pembiayaan tersebut untuk membayar sewa kios dalam jangka panjang. Dana tersebut digunakan untuk membiayai sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan.
Menurut Ika, kepastian tempat berdagang menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usaha. Dengan adanya pembiayaan tersebut, ia dapat lebih fokus mengembangkan perdagangan sembako yang dijalankannya.
"Manfaatnya besar banget bagi pedagang untuk mengembangkan usaha," ujar Ika.
Ia menuturkan, usaha sembakonya terus mengalami peningkatan setelah mendapatkan dukungan pembiayaan dari Bank Jakarta. Kemudahan akses permodalan dinilainya memberikan ruang bagi pedagang untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan skala usaha.
"Sebelumnya saya sudah mendapat pembiayaan Rp500 juta, kemudian terakhir Rp400 juta. Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta," tuturnya.
Penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Pembiayaan diberikan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.
"Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati. Ini penting sekali karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano Karno.
Ia optimistis dukungan permodalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati sehingga mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
Rano juga mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya konkret dalam mendukung UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dijelaskan Rano, selain 100 pedagang yang melakukan akad kredit massal, dari total lebih dari 5.000 pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan kepada 167 pedagang dengan total nilai sekitar Rp48 miliar.
Ia berharap kegiatan akad kredit massal tersebut dapat menarik lebih banyak pedagang di Pasar Induk Kramat Jati untuk memanfaatkan program pembiayaan UMKM dari Bank Jakarta.
Meski demikian, Rano mengingatkan bahwa akses terhadap pembiayaan formal perlu diikuti dengan peningkatan literasi keuangan. Menurutnya, hal tersebut penting agar pelaku UMKM mampu menerapkan manajemen keuangan yang sehat sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," pungkasnya.
| Kategori | : | Ekonomi, DKI Jakarta |













