Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Asap Karhutla Kepung Kalteng, Pesta Ultah Istri Gubernur Jadi Perbincangan

Asap Karhutla Kepung Kalteng, Pesta Ultah Istri Gubernur Jadi Perbincangan
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran dan istrinya, Aisyah Thisia (27) yang dikecam netizen, gara-gara peringatan ultah ketika warga Kalteng hidup susah karena karhutla. (foto: tangkapan layar instagram/@thisia.halijam).
Kamis, 03 September 2026 11:15 WIB

JAKARTA - Dokumentasi perayaan ulang tahun ke-27 Aisyah Thisia Bianty, istri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, menjadi perbincangan publik di dunia maya. Agenda yang berlangsung pada 21 Agustus tersebut menuai polemik lantaran dilaksanakan bersamaan dengan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyebabkan kabut asap tebal di wilayah tersebut.

Informasi mengenai acara ini bermula dari unggahan akun Instagram @watie.tiq, yang kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah pengguna di jejaring Threads dan TikTok. Beberapa warga yang terdampak asap memberikan komentar tajam terkait dokumentasi tersebut.

"Masyarakat Kalteng lagi menghirup abu. Ibu Gubernurnya liburan dong," sebut salah satu pengguna media sosial saat membagikan ulang foto acara tersebut.

DPR Ingatkan Pentingnya Kepekaan Sosial

Tanggapan atas peristiwa ini juga datang dari Senayan. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ujang Bey meminta para pejabat daerah dan keluarganya untuk menunjukkan empati saat masyarakat menghadapi krisis.

"Saya kira dalam situasi semacam itu diperlukan sense of crisis ketika menyikapi suatu keadaan. Apalagi saat ini melalui kecepatan informasi media sosial, masyarakat sudah peka melihat tindak tanduk pejabat maupun keluarganya," papar Ujang di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, perilaku aparatur negara yang tidak peka terhadap kondisi bencana berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial. "Karena hal itu bisa mengusik rasa ketimpangan dalam masyarakat. Saya harap, kita semua harus bisa bercermin pada kejadian-kejadian sebelumnya dan mampu menahan diri," lanjutnya.

Operasi Pemadaman Terus Berjalan

Di lapangan, kondisi bencana Karhutla di Kalteng menuntut penanganan ekstra. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan melaporkan masih ada 50 titik api yang terdeteksi per 1 September. Kabut asap ini membuat jarak pandang menurun hingga 3 kilometer dan mendorong kualitas udara ke level tidak sehat hingga berbahaya per Selasa (1/9/2026).

Untuk menanggulangi situasi ini, sebanyak 10.700 personel Satgas Darat diturunkan. Mereka dikonsentrasikan di 10 wilayah utama, yaitu Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

"Untuk Satgas Darat, jumlah personel yang dikerahkan sebesar 10.700 orang dengan luas yang dipadamkan sebesar 48 hektare lebih," rinci Berton dalam paparannya secara daring, Rabu (2/9/2026).

Selain jalur darat, Satgas Udara turut dioperasikan menggunakan 2 armada dengan durasi terbang 3 jam 12 menit. Langkah ini diperkuat dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui penyemaian 800 kilogram garam di udara yang berlangsung selama 2 jam 8 menit guna memodifikasi curah hujan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic
wwwwww