Tangis Nasabah Kehilangan Aset SDB, Kepercayaan Perbankan Disorot
![]() |
| Ilustrasi safe deposit box (net) |
JAKARTA - Sebuah tayangan video berdurasi pendek yang memperlihatkan seorang nasabah berkemeja hitam menangis tersedu akibat kehilangan surat berharga di dalam safe deposit box diduga milik MNC Bank beredar luas di media sosial Instagram, Minggu (30/8/2026). Insiden tersebut langsung mendapat perhatian khusus dari parlemen terkait efektivitas manajemen risiko dan perlindungan konsumen perbankan.
Dalam video tersebut, nasabah tampak bersama dua orang yang diduga pegawai bank tengah memeriksa satu per satu amplop yang tersimpan. Sang pegawai kemudian menunjukkan sejumlah amplop bertuliskan angka-angka yang sudah kosong ke arah kamera. "Saya sedih, Pak. Semua enggak ada lagi. Nih, Pak, kosong, Pak. Bener enggak, Pak? Saya mau bohong bagaimana, Pak?" keluh nasabah tersebut. Seseorang berkemeja putih dan berkacamata yang diduga pegawai bank merespons dengan anggukan kepala dan membenarkan pernyataan itu.
Menanggapi kehebohan tersebut, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS, Amin Ak menilai kasus dugaan hilangnya barang berharga dari fasilitas penyimpanan bank harus mendapat atensi serius dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian. "Tapi menyentuh sesuatu yang jauh lebih mendasar, yaitu kepercayaan publik terhadap perbankan dan efektivitas sistem perlindungan konsumen kita secara keseluruhan," jelas Amin kepada Inilah.com, Rabu (2/9/2026).
Amin mendorong regulator perbankan turun tangan secara proaktif untuk mengaudit tata kelola pengamanan tanpa terburu-buru menjatuhkan vonis kepada bank bersangkutan. Menurutnya, pihak otoritas memiliki wewenang penuh untuk merespons indikasi pelanggaran lebih awal sebelum masalah membesar dan merugikan nasabah. "Setiap lembaga jasa keuangan juga harus punya kerangka perlindungan konsumen yang kokoh. Jangan sampai nasabah baru diperhatikan serius setelah kasusnya ramai diperbincangkan publik," tekannya.
Di sisi lain, Corporate Secretary MNC Bank, Edward Kennetze Lubis mengonfirmasi bahwa internal perusahaan tengah melakukan pengecekan fakta di balik video viral tersebut. Ia mengaku menemukan sejumlah hal yang tidak wajar dari rekaman yang beredar. "Bank akan mengambil langkah hukum terhadap pembuat video tersebut apabila video tersebut tidak benar dan merugikan Bank," ancamnya, Minggu (30/8/2026).
Pihak manajemen hingga saat ini belum memberikan kesimpulan akhir apakah seluruh isi kotak penyimpanan tersebut murni lenyap dicuri atau terdapat penjelasan faktual lainnya, mengingat proses investigasi internal masih terus berjalan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Olympic, KONI, DKI Jakarta |













