Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp10.000, DPRD DKI Sebut Masih Ramah di Kantong
![]() |
| Taman Margasatwa Ragunan (TMR). (Ist). |
Jum'at, 04 September 2026 15:25 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- DPRD DKI Jakarta mendukung rencana penyesuaian tarif retribusi masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Tarif yang diusulkan berada di kisaran Rp4.000-Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000-Rp7.500 untuk anak-anak.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya saat meninjau TMR, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Dimaz mengatakan, penyesuaian tarif diperlukan agar Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan dapat meningkatkan mutu pelayanan publik, termasuk mengoptimalkan perawatan satwa secara mandiri.
"Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat," kata Dimaz.
Meski mendukung kenaikan tarif, Dimaz menekankan kebijakan tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan. Dengan demikian, pengunjung dapat merasakan manfaat langsung dari penyesuaian tarif yang diberlakukan.
"Kami juga mendorong supaya kenaikan tarif ini tentunya meningkatkan pelayanan juga ke masyarakat. Sehingga adanya kenaikan tarif ini, masyarakat juga merasakan manfaat lebih dari Taman Ragunan," tegasnya.
Dimaz menyebut, usulan tarif tersebut masih terjangkau bagi masyarakat Jakarta, terutama jika dibandingkan dengan biaya masuk sejumlah tempat rekreasi lainnya.
"Kalau kita lihat dari pendapatan masyarakat Jakarta, seharusnya enggak mempengaruhi. Saya harap dengan tarif Rp10.000 itu masih ramah di kantong kalau kita bandingkan dengan wisata-wisata lain," ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dimaz juga melihat kondisi kesehatan satwa dan fasilitas umum di TMR relatif terjaga. Namun, dia menemukan sejumlah sarana dan prasarana penunjang serta area kandang satwa yang masih membutuhkan perbaikan.
"Dengan ada kenaikan tarif ini, BLUD Ragunan bisa lebih baik lagi memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, Fajar Sauri menyambut positif dukungan DPRD terhadap rencana penyesuaian tarif retribusi TMR.
Fajar mengungkapkan, tambahan pendapatan dari retribusi tersebut nantinya dapat menunjang peremajaan fasilitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap APBD.
"Hari ini kita banyak diskusi, banyak masukan-masukan untuk mengkaji kenaikan tarif retribusi," tutur Fajar.
Dia memastikan pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan dan revitalisasi fasilitas TMR secara menyeluruh. Perbaikan akan mencakup sarana dan prasarana penunjang di seluruh kawasan Ragunan.
"Memang sudah pantasnya kita merevitalisasi semua fasilitas yang ada di sini. Pelan-pelan fasilitas sudah kita perbaiki, sangat berubah. Tentunya kita akan membuat suatu perubahan yang besar bagi pelayanan buat masyarakat," ungkapnya.
Fajar menegaskan, pendapatan dari retribusi tiket masuk akan kembali dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain fasilitas, penataan estetika kawasan TMR sebagai destinasi wisata edukasi juga menjadi perhatian.
“Harapannya, kenaikan itu bisa mendapatkan pendapatan buat Pemprov DKI dan apa yang kita berikan kepada masyarakat, warga, untuk datang ke sini dengan fasilitas yang sangat mantap,” pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, SEA Games, DKI Jakarta |













