Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Menpra Erick Bilang Pencak Silat Harus Jadi Napas dan Gerakan Nasional Sebelum ke Internasional

Menpra Erick Bilang Pencak Silat Harus Jadi Napas dan Gerakan Nasional Sebelum ke Internasional
Menpora Erick Thohir saat menghadiri pelantikan PB IPSI periode 2026-2030 pimpinan Sugiono. (Kemenpora)
Sabtu, 05 September 2026 15:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026-2030 di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026).

Menpora Erick dalam sambutannya memberikan selamat kepada kepengurusan baru PB IPSI di bawah pimpinan Ketua Umum PB IPSI Sugiono yang juga Menteri Luar Negeri (Menlu) RI. Menpora menaruh harapan kepengurusan yang baru ini bisa membawa pencak silat sebagai bela diri asal Indonesia menjadi platform global bangsa sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

“Seperti yang selalu Bapak Presiden sampaikan selama ini, bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mengerti, mencintai, dan melakukan kebudayaan dan tradisi secara kontinyu. Di situlah ada peran pencak silat yang berdasarkan budaya bangsa kita. Jadi pencak silat harus jadi napas dan gerakan nasional sebelum ke internasional,” terang Menpora Erick.

Gerakan nasional ini, papar Menpora Erick, bisa diwujudkan selama ada kemauan bersama. Salah satunya melalui program kerja sama Kemenpora dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yaitu Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang melingkupi 241 ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia.

“Kalau masing-masing SD dan SMP itu punya satu pelatih pencak silat, itu bisa jadi gerakan nasional. Bayangkan 241 ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia kalau bisa mengampanyekan gerakan nasional pencak silat, pasti sangat maksimal,” sebut Menpora Erick.

Menpora juga mendorong jajaran TNI dan Polri untuk menjadikan pencak silat sebagai bela diri wajib, menjadi inti dari bela negara. Sehingga diperlukan komitmen dari para pimpinan TNI dan Polri untuk makin memasifkan olahraga bela diri ini di negeri sendiri.

“Kalau Korea punya taekwondo, Jepang punya karate dan judo, kenapa indonesia tidak bisa?” tutur Menpora.

Kemenpora mendukung penuh rencana membawa pencak silat diakui secara luas dan mendunia, khususnya bisa dipertandingkan dalam Olimpiade sebagaimana keinginan Presiden Prabowo. Namun perlu disadari bahwa perjuangan untuk membawa olahraga ini menuju panggung internasional terbilang kompleks, sehingga harus benar-benar serius dilakukan. Mulai dari memenuhi segala regulasi global, hingga keaktifan dalam badan anti-doping dunia WADA, perlu menjadi perhatian bersama.

Penyebaran pencak silat ke berbagai belahan dunia pun perlu menjadi perhatian sehingga bisa memenuhi persyaratan yang diberikan.

“Kuota penyebaran secara global kepengurusan pencak silat di mancanegara itu minimal 75 negara di empat benua. Alhamdulillah saya mendapat laporan kalau kepengurusan ini sudah ada di 83 negara. Artinya untuk syarat minimal 75 negara sudah tercapai,” urai Menpora.

“Tetapi pertanyaannya, (pencak silat) sudah ada di empat benua belum? Ini kembali yang harus kita hitung ulang. Lalu harus ada menggelar kompetisi kontinental secara reguler, yaitu ada pertandingan di Asia, Eropa. Pan Amerika, Afrika, dan Oceania. Jadi tentu ini yang harus kita mulai disiplinkan,” imbuh Menpora Erick.

Lebih lanjut Menpora Erick berharap pencak silat bisa ikut berkontribusi dalam industri olahraga dan sport tourism Tanah Air.

“Supaya bisa memberikan dampak, menjadi pergerakan yang tidak hanya bermanfaat bagi kemanusiaan, tetapi tentu juga pertumbuhan ekonomi yang dicita-citakan Bapak Presiden. Saya punya banyak harapan, dan insyaallah dengan kerja sama yang makin kuat, stakeholder dari pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan tentu kita semua, apa yang diimpikan Bapak Presiden bisa terjadi,” pungkasnya. ***

wwwwww