4 Tewas dan 20 Terluka di Lebanon Selatan Buntut Operasi Balasan Israel
![]() |
| Kepulan asap membubung di lokasi ledakan di desa al-Mansouri, Lebanon selatan akibat serangan Israel pada 5 September 2026 (Foto: AFP/ABBAS FAKIH) |
JAKARTA - Empat warga tewas dan dua puluh lainnya terluka akibat serangan balasan yang dilancarkan militer Israel ke wilayah Lebanon selatan, Minggu (6/9/2026). Insiden ini dipicu oleh tembakan dua unit pesawat nirawak dari kelompok Hizbullah yang menargetkan pasukan Israel di kawasan perbatasan.
Kementerian Kesehatan Lebanon merinci sebaran korban meninggal dunia akibat gempuran tersebut. Dua korban tewas teridentifikasi di Nabatieh al-Fawqa, sementara dua korban perempuan meregang nyawa di sekitar wilayah Arab Salim. Dari dua puluh korban yang mengalami luka-luka, otoritas setempat memastikan terdapat perempuan dan tiga anak-anak di dalamnya.
Pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan operasi ini merupakan langkah balasan taktis setelah pasukan mereka yang sedang berpatroli mendapat ancaman udara.
"Teroris dari organisasi teroris Hizbullah meluncurkan dua pesawat nirawak ke arah tentara IDF yang sedang beroperasi di Zona Keamanan di Lebanon selatan," paparnya.
Militer Israel menyebut peluncuran pesawat nirawak tersebut tidak menimbulkan korban luka di pihak mereka, namun tetap dianggap sebagai ancaman keamanan yang harus ditindak.
"Ini merupakan pelanggaran nyata yang dilakukan oleh organisasi teroris Hizbullah. Sebagai tanggapan, IDF kini melancarkan serangan di Lebanon selatan," tegasnya.
Menjelang serangan, militer Israel sempat mengunggah peringatan evakuasi darurat berbahasa Arab melalui platform Telegram. Peringatan tersebut ditujukan secara spesifik kepada warga Arab Salim agar segera meninggalkan area tempat tinggal mereka.
"Anda berada di dekat fasilitas milik organisasi teroris Hizbullah, yang menjadi sasaran operasi IDF," tulis militer Israel dalam pesannya.
Eskalasi di perbatasan ini terjadi di wilayah yang diklaim Israel sebagai zona keamanan, membentang sejauh 10 kilometer dari garis perbatasan menuju dalam wilayah Lebanon. Ketegangan antara kedua belah pihak bermula sejak bulan Maret ketika Hizbullah yang disokong Iran mulai menyerang Israel. Invasi darat dan gempuran udara Israel sebagai bentuk balasan diklaim Lebanon telah menelan lebih dari 4.300 korban jiwa.
Kondisi sempat mereda setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati nota kesepahaman pada bulan Juni, berbarengan dengan kesepakatan kerangka kerja Israel-Lebanon. Namun, otoritas Lebanon pada hari Sabtu mencatat empat orang kembali menjadi korban tewas akibat gempuran Israel di sektor selatan dan timur sebelum insiden drone terbaru ini terjadi.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Basket, DKI Jakarta |













