Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Erupsi Anak Krakatau Terpantau Satelit, Abu Vulkanik Tembus 15 Km

Erupsi Anak Krakatau Terpantau Satelit, Abu Vulkanik Tembus 15 Km
Minggu, 06 September 2026 12:34 WIB

JAKARTA - Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali mengalami erupsi signifikan. Kepulan abu serta gas vulkanik dari aktivitas gunung api tersebut terekam oleh sejumlah satelit pengamatan Bumi dan membentang hingga lapisan atmosfer atas.

Akun Instagram @spacex_spacenews membagikan citra satelit penampakan tersebut Minggu (6/9/2026). Dalam rekaman udara itu, terlihat kepulan material tebal berwarna putih dan kecokelatan menyebar dari area gunung mengikuti kondisi atmosfer sekitarnya.

Lontaran Material Vulkanik

Berdasarkan keterangan citra satelit, pulsa erupsi kuat terjadi malam sebelumnya yang mendorong material abu vulkanik naik hingga lebih dari 15 kilometer dari permukaan laut.

"Gelombang erupsi dahsyat terjadi di Anak Krakatau tadi malam, melontarkan abu hingga lebih dari 15 km ke atmosfer," urai keterangan dalam unggahan @spacex_spacenews.

Fenomena sebaran abu ini sejalan dengan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Institusi tersebut mendeteksi material abu Anak Krakatau terbagi menjadi dua lapisan ketinggian utama.

Arah Sebaran Abu

BMKG mengidentifikasi pergerakan abu pada ketinggian sekitar 20 ribu kaki mengarah ke timur laut dan selatan. Area persebarannya mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, beserta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, material vulkanik di ketinggian sekitar 50 ribu kaki atau 15 kilometer terbawa angin menuju barat daya dan barat laut. Rute sebaran abu di level ini menyelimuti sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan Samudra Hindia di sebelah barat rute tersebut. Pemantauan satelit BMKG ini juga merujuk pada analisis Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Operasional Bandara Terimbas

Ketinggian dan jangkauan kolom abu ini langsung berdampak pada sektor penerbangan sipil. Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara Minggu dini hari menyusul indikasi masuknya abu vulkanik ke wilayah udara operasional bandara.

Pemerintah melaporkan puluhan jadwal penerbangan terdampak kondisi ini. Sejumlah maskapai terpaksa melakukan pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan rute pendaratan. Saat ini, Anak Krakatau berada pada status level Siaga, dengan pemberlakuan zona larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww