Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Radius 3 Km Terlarang bagi Kapal, KSOP Jamin Penyeberangan Merak-Bakauheni Aman

Radius 3 Km Terlarang bagi Kapal, KSOP Jamin Penyeberangan Merak-Bakauheni Aman
Ilustrasi kapal.
Minggu, 06 September 2026 13:47 WIB

JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga atau Level III membuat otoritas pelayaran di kawasan Selat Sunda mengambil langkah antisipasi. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melarang seluruh armada kapal untuk berlayar mendekati kawah aktif gunung tersebut dalam batas jarak tiga kilometer.

Kewajiban Nakhoda di Jalur Pelayaran

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha menegaskan pentingnya penyusunan rencana pelayaran yang mempertimbangkan kondisi cuaca dan potensi paparan abu vulkanik. Ia meminta setiap nakhoda proaktif memperbarui data keselamatan yang diterbitkan oleh instansi terkait.

"Apabila ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, Nakhoda agar segera mengambil tindakan penghindaran," tegasnya, Minggu (6/9/2026).

Siagakan Saluran Pelaporan Darurat

Jika situasi memburuk akibat lontaran material vulkanik di Perairan Selat Sunda, awak kapal dituntut segera menjauh dari titik koordinat bahaya. Kejadian tersebut kemudian harus diteruskan melalui sistem pelaporan maritim agar menjadi perhatian armada lainnya, paparnya.

Laporan peringatan tersebut bisa ditujukan kepada Vessel Traffic Service (VTS) maupun stasiun pemantau pantai terdekat, sambungnya.

Pemantauan Arus Penyeberangan Feri

Walaupun peringatan navigasi telah diterbitkan, rute kapal penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera dipastikan aman. KSOP Kelas I Banten berkoordinasi secara intensif bersama KSOP Kelas IV Bakauheni dalam mengawasi pergerakan kapal.

"Adapun saat ini layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal," jelasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww