Antisipasi Abu Vulkanik, 5 Wilayah Jakarta Disemprot Water Mist
![]() |
| Penyemprotan water mist di sejumlah jalan di Jakarta. (Ist). |
Senin, 07 September 2026 14:49 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penyemprotan water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta, Minggu (6/9/2026), sebagai langkah mitigasi mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat di udara sekaligus menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
"Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat," kata Uus saat memimpin pelaksanaan water mist di sejumlah ruas jalan Jakarta.
Uus menjelaskan, meskipun secara geografis Jakarta berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI tetap melakukan antisipasi sejak dini. Hal itu dilakukan setelah sebaran abu vulkanik dilaporkan dapat dirasakan hingga kawasan Monas.
"Sebaran abu vulkanik bisa kita rasakan sampai ke lokasi Monas. Karena itu, kami memilih melakukan langkah antisipasi sejak dini sambil terus memantau informasi dan perkembangan kondisi di lapangan," ujarnya.
Uus menegaskan, penyemprotan water mist tidak berarti seluruh wilayah Jakarta telah terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah untuk mengantisipasi potensi peningkatan partikulat di udara.
"Ini adalah langkah antisipasi. Kami terus memantau kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada," ungkapnya.
Pemprov DKI mengerahkan kendaraan tangki air dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut). Penyemprotan dilakukan di sejumlah koridor berdasarkan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan.
Pelaksanaan water mist dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta. Sejumlah koridor yang menjadi lokasi penyemprotan antara lain Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin, Jenderal Sudirman.
Di Jakarta Utara, penyemprotan dilakukan di Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit.
Di Jakarta Pusat, kegiatan mencakup koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka. Sementara di Jakarta Timur, penyemprotan dilakukan dari Green Pramuka hingga UKI serta kawasan Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.
Untuk Jakarta Selatan, penyemprotan mencakup Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village serta Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi. Adapun di Jakarta Barat, penyemprotan dilakukan di sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan sekitarnya.
Gulkarmat DKI mengoperasikan water mist di tujuh titik. Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.
DLH DKI turut mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter serta dua tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Sementara itu, Distamhut mengerahkan 77 tangki air dengan dukungan 144 personel untuk memperkuat pelaksanaan mitigasi.
Pemprov DKI juga mengajak pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk melakukan langkah mitigasi di lingkungan masing-masing.
Selain pengerahan armada, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi mengacu pada informasi resmi dan kondisi aktual di lapangan.
Uus mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah.
"Pemprov Jakarta akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Masyarakat tetap tenang, pemerintah tetap siaga," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Olympic, Badminton, DKI Jakarta |













