Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Cegah Iritasi Mata dan Tenggorokan, Gunakan Masker Abu Vulkanik

Cegah Iritasi Mata dan Tenggorokan, Gunakan Masker Abu Vulkanik
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi jenis masker yang efektif dari paparan abu vulkanik. (foto: ilustrasi/dok. unsplash.com)
Senin, 07 September 2026 15:18 WIB

JAKARTA - Abu vulkanik sisa letusan gunung berapi yang melayang di udara membawa risiko kesehatan bagi warga. Selain memicu gangguan pernapasan, material debu tersebut dapat menyebabkan iritasi langsung pada bagian mata dan tenggorokan.

Kondisi ini terjadi karena abu vulkanik mengandung partikel berukuran sangat kecil dengan bentuk yang tajam. Warga membutuhkan perlindungan pernapasan yang tepat ketika harus melakukan kegiatan di luar rumah.

Perlindungan Optimal Pernapasan

Tingkat perlindungan tertinggi terhadap abu vulkanik diberikan oleh masker tipe N95. Masker ini memiliki kemampuan filtrasi yang mampu menyaring hingga 95 persen partikel halus yang berpotensi merusak paru-paru.

Sebagai opsi lanjutan, masker KN95 atau FFP2 dapat digunakan jika N95 sulit ditemukan. Keduanya menawarkan efektivitas penyaringan yang sebanding dan mampu menutup area pernapasan dengan rapat dari ancaman debu vulkanik.

Standar Penggunaan Masker Bedah

Pemakaian masker bedah biasa sebenarnya tidak menjadi anjuran utama. Bentuknya yang cenderung longgar saat dipakai sering kali menyisakan ruang terbuka yang bisa dilewati oleh material abu berukuran mikro.

Meskipun demikian, masker bedah dapat menjadi solusi darurat sementara apabila jenis masker lain tidak tersedia. Penggunaannya harus disesuaikan agar benar-benar menutupi bagian hidung dan mulut tanpa celah berlebih.

Ketentuan Penggantian Masker

Penggunaan masker kain standar tidak disarankan dalam kondisi hujan abu. Struktur pori-pori kain yang besar membuat partikel vulkanik mikroskopis tetap bisa menembus masuk dan terhirup oleh saluran pernapasan.

Untuk memaksimalkan fungsi perlindungan, pemakaian masker harus dipastikan menutupi area hidung sampai bagian dagu. Segera ganti masker dengan yang baru apabila sudah terasa kotor, basah oleh keringat, atau ketika pengguna mulai kesulitan menarik napas. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Olympic
wwwwww