Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Puluhan Pelajar di Turi Sleman Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu MBG

Puluhan Pelajar di Turi Sleman Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu MBG
Ambulans siaga di SMPN 3 Turi Sleman untuk membawa siswa yang diduga keracunan MBG, Senin (7/9/2026).
Senin, 07 September 2026 17:32 WIB

SLEMAN – Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan serta sejumlah guru di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, mendadak mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual, muntah, hingga sakit perut Senin (7/9/2026). Gangguan kesehatan ini muncul tidak lama setelah mereka menyantap menu makanan dari Program Makan Bergizi Gratis.

Insiden kesehatan massal ini segera mendapat perhatian dari otoritas kesehatan setempat. Penanganan medis langsung dikerahkan untuk memulihkan kondisi para pelajar yang terdampak di lingkungan sekolah masing-masing.

Rincian Korban di Tiga Sekolah

Catatan dari Puskesmas Turi menunjukkan bahwa terdapat sekitar 45 siswa yang harus menerima penanganan medis akibat kejadian tersebut. Para korban berasal dari tiga institusi pendidikan yang berada di wilayah kerja puskesmas.

Kepala Puskesmas Turi, Diah Arum Ratnaningtyas, memaparkan rincian korban yang terdiri dari 24 siswa SMP Negeri 3 Turi, dua siswa SD Muhammadiyah Balerante, serta 19 siswa SMK Muhammadiyah 1 Turi.

"Keluhannya hampir sama memang pusing, mual, muntah, sakit perut," jelasnya.

Menurut Diah, menu makanan yang dibagikan kepada para siswa saat itu mencakup nasi putih, bola-bola daging, edamame, buah semangka, serta tumis kol dan wortel. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan awal, seluruh siswa yang sempat mengeluhkan sakit kini sudah diperbolehkan pulang dengan pengawasan keluarga.

Langkah Pemeriksaan Sampel Makanan

Guna memastikan pemicu gangguan kesehatan tersebut, pihak Puskesmas Turi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa sampel makanan dari sekolah maupun dari pihak pemasok. Sampel tersebut kini sedang diproses untuk dikirim ke Dinas Kesehatan guna pemeriksaan laboratorium.

"Sudah kita amankan untuk sampelnya. Nanti sedang proses untuk pengiriman ke laboratorium untuk kita cek sampel makanannya," paparnya.

Di sisi lain, Panewu Anom Turi, Yunan Nurtrianto, menyatakan bahwa jajarannya menerima laporan resmi terkait tiga sekolah yang siswanya mengalami gejala serupa. Pihak kecamatan berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan.

"Kami masih terus memantau kondisi sekolah yang dapat MBG dari SPPG," imbuhnya.

Tanggapan dan Harapan Orang Tua

Kejadian ini memicu reaksi dari para orang tua murid. Rini, salah seorang wali murid, menyampaikan bahwa anak kembarnya mengeluhkan kondisi fisik yang tidak nyaman setelah memakan sajian dari sekolah.

"Katanya daging, tapi kayak bulat-bulat. Amis. Terus rasa-rasanya pengar," jelasnya.

Rini mengungkapkan kekhawatirannya dan mendesak agar evaluasi ketat dilakukan pada program tersebut. Sebagai orang tua, ia merasa sanggup menyediakan makanan sendiri bagi anak-anaknya di rumah demi menghindari risiko kesehatan serupa.

"Mbok sudah diberhentikan saja. Wong semiskin-miskinnya orang tua masih kuat memberi makan anak," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:suara.com
Kategori:Olympic, DI Yogyakarta
wwwwww