Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

Purbaya Siap Eksekusi Penambahan Dana Mitigasi Bencana Nasional

Purbaya Siap Eksekusi Penambahan Dana Mitigasi Bencana Nasional
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026). (foto: liputan6.com/lizsa egeham).
Senin, 07 September 2026 17:52 WIB

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi bencana alam. Kepala Negara menginstruksikan agar alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan.

Instruksi tersebut disampaikan saat Presiden memimpin rapat terbatas penanganan bencana alam gempa Nusa Tenggara Timur, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Rapat berlangsung secara virtual melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Senin (7/9/2026).

Kesiapsiagaan di Wilayah Lingkar Api

Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur rawan bencana menuntut kehadiran negara yang selalu siap sedia dalam segala situasi darurat.

"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api. Jadi ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," tegas Prabowo.

Menanggapi arahan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan alokasi anggaran yang dimaksud. Kendati demikian, Kemenkeu masih menunggu rincian perhitungan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

"Nanti kita tingkatkan sesuai permintaan, kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9/2026).

Purbaya menambahkan bahwa pihaknya saat ini belum menerima ajuan angka resmi terkait kebutuhan anggaran tersebut dari BNPB.

"Kan sekarang saya belum terima. Iya lah, habis saya kasih ke mana?" ucap Purbaya.

Evaluasi Penanganan di Berbagai Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan apresiasi atas respons cepat jajaran pemerintah dalam mengatasi bencana di berbagai wilayah, termasuk di pulau Sumatra.

"Sekarang pun dibandingkan tahun-tahun dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatra, di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ternyata respons kita cukup masif dan cepat," tutur Prabowo.

"Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil mengatasinya," sambung Prabowo.

Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan. Namun, itu kita catat untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah yang antisipatif," kata Prabowo.

"Gempa Flores, saya lihat respons kita juga cukup besar. Namun, saya ingin cek di kabupaten-kabupaten yang belum saya datangi untuk melihat bagaimana kebutuhan dasar, apakah sudah bisa dipulihkan atau belum," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww