Kilang LNG Tangguh Nyaris Terbakar, Menteri ESDM Sebut Risiko El Nino Incar Sektor Energi
![]() |
| Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. |
JAKARTA - Sektor pengolahan energi nasional dihadapkan pada ujian berat menyusul hantaman cuaca kering berkepanjangan yang memicu maraknya kebakaran lahan di sekitar kawasan instalasi vital. Pemerintah memastikan seluruh fasilitas penunjang bahan bakar kini berada dalam pengawasan ketat untuk menghindari kerugian produksi yang masif.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memaparkan bahwa dampak anomali iklim global telah merambah sektor energi di luar dugaan. Perhatian khusus dialamatkan ke wilayah timur Indonesia, di mana kompleks pengolahan gas alam cair Tangguh di Teluk Bintuni sempat terancam kepungan api dari lahan gambut yang terbakar hebat.
"Kita tahu El Nino ini berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tapi hampir semua sektor termasuk energi," terangnya, Jumat (11/9/2026).
Intensitas kobaran api di lapangan sempat mencemaskan lantaran titik panas merayap mendekati area penyimpanan bahan bakar. Kendati demikian, koordinasi lintas instansi berhasil mengendalikan situasi sebelum merusak struktur utama kilang.
"Terutama di BP ya, di Tangguh, itu kebakaran dari hutan gambut itu hampir mendekati pusat-pusat tangki-tangki yang ada di sana. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan baik," jelasnya.
Menanggapi potensi perpanjangan siklus cuaca panas hingga awal tahun depan, pemerintah menegaskan bahwa sistem pengamanan berlapis telah diaktifkan di berbagai titik rawan. "Kita sudah mitigasi, ya," tambahnya.
Catatan Iklim dan Penanganan Darurat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan bahwa fenomena iklim ini masih bertahan pada skala kekuatan penuh. Angka anomali suhu muka laut di zona Nino 3.4 pada dasarian III Agustus 2026 mencapai positif 2,74 derajat Celsius, dengan rerata triwulanan menyentuh positif 2,2 derajat Celsius.
Dampak kekeringan ini memperbesar risiko kebakaran lahan yang terpantau menghasilkan sebaran asap di sejumlah titik wilayah Papua pada 10 September 2026. Guna meredam ancaman tersebut di Teluk Bintuni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan helikopter khusus untuk melakukan operasi pemadaman udara.
Berdasarkan rekapitulasi data per 28 Agustus 2026, total 69 kali penyiraman dengan menghabiskan sekitar 69 ribu liter air telah dilakukan sejak kebakaran terdeteksi pada 22 Agustus 2026. Meskipun pemadaman fisik telah meredakan nyala api, pengawasan ekstra tetap diberlakukan mengingat ancaman bara tersembunyi di dalam lapisan tanah gambut masih mengintai.
Sebagai informasi, kompleks Tangguh LNG merupakan salah satu pilar utama ketahanan energi dalam negeri. Dengan beroperasinya fasilitas Train 3, volume produksi tahunan mampu menembus angka 11,4 juta ton, yang merepresentasikan sepertiga dari total pasokan LNG nasional.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta |













