Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Operasi SAR Selat Sunda Terkendala, Kapal Jurnalis Ternyata Tak Ber-AIS

Operasi SAR Selat Sunda Terkendala, Kapal Jurnalis Ternyata Tak Ber-AIS
Personel Basarnas Banten menunjukkan peta posisi terakhir kapal yang hilang kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026). (foto: antara)
Jum'at, 11 September 2026 20:31 WIB

JAKARTA - Upaya penyelamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, berjalan dalam ketidakpastian. Speedboat yang digunakan rombongan peliputan tersebut diketahui berlayar tanpa dilengkapi perangkat pemancar keselamatan Automatic Identification System atau AIS sejak Jumat (11/9/2026).

Armada cepat itu hanya mengandalkan GPS handheld untuk keperluan navigasi di lautan lepas. Situasi ini membuat tim penyelamat harus menyisir luasnya perairan tanpa titik koordinat pasti yang merekam posisi terakhir kapal sebelum musibah terjadi.

Pentingnya keberadaan AIS diulas oleh praktisi mitigasi, Herry. Menurut penjelasannya, alat tersebut berfungsi ganda sebagai identifikasi keberadaan armada dan pencegah tubrukan di jalur laut yang padat.

"AIS itu untuk mengidentifikasi kapal. Yang kedua untuk menghindari adanya kecelakaan," ucap Herry, Jumat (11/9/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa AIS mencatat seluruh data pergerakan secara akurat, mencakup arah, kecepatan, hingga manuver kapal. Informasi ini sangat diandalkan ketika terjadi keadaan darurat di laut. Sementara itu, perangkat GPS handheld yang ada di kapal hanya bekerja menerima sinyal satelit tanpa mengirimkan balik sinyal posisi ke daratan.

Ketiadaan sinyal pemancar tersebut memaksa tim pencari menyusun kronologi perkiraan posisi berdasarkan kesaksian kapal lain yang sempat melihat pelayaran mereka. Pencarian juga semakin berat karena dinamika arus Selat Sunda serta bayang-bayang material vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menanggapi aspek legalitas, Herry menyatakan bahwa kelaiklautan kapal sewaan harus diuji berdasarkan dokumen perizinan dari syahbandar. Jika terbukti menyalahi aturan wajib alat keselamatan bagi angkutan perairan terbuka, pihak pemilik kapal terancam menghadapi proses hukum.

"Sepertinya bisa, regulasinya ada," tegasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww