Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  e-Sports

Namanya Mendadak Muncul di Buku 'Islam Ala Prabowo', Gus Kautsar Merasa Tak Dilibatkan dalam Proyek

Namanya Mendadak Muncul di Buku Islam Ala Prabowo, Gus Kautsar Merasa Tak Dilibatkan dalam Proyek
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar. (Foto: YouTube Teras Gubuk)
Jum'at, 11 September 2026 14:31 WIB

JAKARTA - Tradisi keilmuan pesantren tidak pernah mengenal pengotakan agama dengan menempelkan nama tokoh tertentu. Pandangan ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar saat menyikapi beredarnya buku 'Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam' yang ikut memuat namanya di dalam naskah.

Melalui siaran YouTube Teras Gubuk, Jumat (11/9/2026), Gus Kautsar menyoroti penggunaan nama tersebut yang dinilai kurang pas. Ia menyebut pelabelan ajaran agama dengan sosok personal tidak pernah diajarkan oleh para ulama pendahulu.

"Saya ngomong begitu karena kapasitas guru-guru kami saja, kami tidak punya tuh Islam Ala Mbah Hasyim Zaelani misalnya," jelasnya.

Ia menambahkan rentetan nama ulama besar lainnya untuk memperkuat argumennya tentang ketiadaan rumusan agama berbasis tokoh.

"Enggak punya tuh. Islam Ala Mbah Ya Huda, enggak ada tuh. Atau yang mungkin kamu kenal misalnya Islam Ala Mbah Maimoen, enggak ada tuh," paparnya.

Menurutnya, pembicaraan terkait agama murni dari ajaran itu sendiri, bukan berdasarkan konstruksi pendapat pribadi.

"Karena kami tidak biasa bahwa ngomongkan Islam kemudian ngomongkan menurut saya, enggak ada tuh, enggak ada," tekannya.

Di sisi lain, ia menyarankan agar pembuat buku menggunakan pendekatan kalimat yang lebih halus jika niat awalnya adalah membedah kedekatan Prabowo Subianto dengan kalangan santri.

"Kalau dalam rangka menjelaskan bagaimana hubungan beliau dengan Islam, beliau dengan pesantren, harusnya judulnya enggak kayak gitu. Itu lebih soft dan itu lebih punya potensi untuk kemudian dibaca dengan baik," imbuhnya.

Terkait pencantuman namanya, ia mengaku sama sekali tidak terlibat dalam penyusunan karya tersebut. Ia hanya menyayangkan ketiadaan informasi dari tim penyusun.

"Maka sebetulnya bukan masalah kami keberatan atau tidak, tapi lebih kepada kami kok tidak merasa ya, ikut dalam proyek ini," bebernya.

Ia berharap pihak terkait bisa lebih mengedepankan etika komunikasi sebelum menerbitkan sebuah naskah yang mengutip pandangan seseorang.

"Karena kalau kemudian nama kami ada, harusnya sebelum masuk ke percetakan, kami dikasih tahu tuh, ini ada seperti ini. Mestinya, normalnya begitu," akhirnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww