Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

'Perbuatanmu Tuhan Akan Jawab', Rintih Keluarga Willy Mboik Ditelpon KKB Sambil Tertawa

Perbuatanmu Tuhan Akan Jawab, Rintih Keluarga Willy Mboik Ditelpon KKB Sambil Tertawa
KKB Video Call Keluarga Korban (Foto: Tangkapan layar Instagram)
Jum'at, 11 September 2026 12:55 WIB

JAKARTA - Luka mendalam akibat kehilangan anggota keluarga kini diperparah oleh teror psikologis yang tidak manusiawi. Keluarga Willy Mboik (24) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menelan kenyataan pahit saat layar telepon mereka menampilkan wajah terduga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tertawa lepas setelah menghabisi nyawa putri kebanggaan mereka.

Aksi tak beradab ini mencuat usai Willy dipastikan gugur akibat luka tembak di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Pelaku memanfaatkan telepon genggam milik korban untuk menghubungi pihak keluarga di Kupang dan Rote Ndao.

Merespons panggilan yang menyayat hati itu, seorang kerabat pria tak kuasa menahan amarah bercampur isak tangis. Ia mempertanyakan alasan di balik kebrutalan yang menimpa keponakannya.

"Anak saya ada salah apa sampai kau bunuh?" cecarnya di depan layar.

Paman korban, Johanes Baba memberikan kesaksian terkait rentetan panggilan video tersebut saat ditemui di Kupang, Jumat (11/9/2026). Ia membenarkan teror itu berlangsung sejak Kamis pagi, tak lama setelah keluarga menerima kabar duka.

"Kemarin pagi yang teror-teror di Rote dan di Kupang sini video call. Video call ini yang pegang HP-nya almarhum," bebernya.

Kepergian Willy meninggalkan kekosongan besar. Menurut penuturan kerabat lain, perempuan muda ini baru dua bulan memegang Surat Keputusan (SK) sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diterbitkan pada awal 2026.

Dedikasinya untuk memajukan sektor pertanian di Papua terhenti abadi saat mobil dinasnya diadang di tengah jalan. Saat kejadian pada pukul 15.40 waktu setempat, ia dan rekan-rekan kerjanya sedang dalam perjalanan mulia membagikan bibit dan anakan babi demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Kami merasa sangat kehilangan anak kami Willy," pungkas Johanes Baba dengan nada lirih.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww