Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, KRL Berhenti Mendadak dan Getaran Tembus Yogyakarta
![]() |
| Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng saat memantau titik gempa bumi dan peringatan potensi tsunami, Senin (8/6/2026). (Foto: Antara/Faradila Alim) |
JAKARTA - Guncangan kuat menghentikan aktivitas warga dan layanan transportasi publik usai gempa bermagnitudo 5,9 melanda kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Insiden alam yang terjadi secara tiba-tiba pada Sabtu (12/9/2026) tepat pukul 04.23.55 WIB ini memiliki daya rambat yang teramat luas hingga dirasakan oleh warga di lintas provinsi, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Sumatera Barat.
Operasional KRL Commuter Line Dihentikan Sementara
Dampak guncangan langsung dirasakan pada sektor transportasi massal ibu kota. Manajemen pengelola kereta rel listrik (KRL) langsung mengambil tindakan darurat dengan menyetop seluruh perjalanan kereta pada waktu kejadian untuk menghindari risiko anjlokan atau kerusakan infrastruktur imbas getaran. Langkah sterilisasi ini wajib dilakukan sebelum lampu hijau perjalanan kembali diberikan.
"Telah terjadi gempa pada pukul 04.23 WIB di Kep. Seribu DKI Jakarta. Perjalanan Commuter Line diberhentikan sementara waktu guna pengecekan jalur terlebih dahulu secara menyeluruh," tulis pengumuman resmi KAI Commuter Line melalui akun X mereka.
Rincian Episentrum dan Tingkat Guncangan
Pusat pergerakan lempeng ini tidak berada di daratan. Titik pasti gempa terdeteksi di wilayah perairan yang masuk ke dalam yurisdiksi ibu kota.
Tidak Ada Ancaman Gelombang Pasang
Otoritas pemantau cuaca dan kegempaan langsung merilis hasil analisis pemodelan terkait potensi rambatan air laut. Berdasarkan kalkulasi matematis, pusat gempa terlalu dalam untuk memicu naiknya gelombang laut ke pesisir daratan.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," urai Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.
Ia juga membeberkan angka detail teknis mengenai koordinat pergerakan tanah tersebut. Episenter gempa tercatat berada pada titik 5,24° LS dan 106,78° BT. Titik ini berjarak 69 kilometer di arah timur laut Kepulauan Seribu dengan kedalaman sumber gempa mencapai 368 kilometer dari permukaan laut.
Efek dari kedalaman ekstrem ini membuat jangkauan wilayah yang merasakan getaran meluas pesat. Mengacu pada data peta tingkat guncangan dan laporan saksi mata di berbagai daerah, wilayah Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus mencatat skala intensitas IV MMI.
Menyusul di bawahnya, skala intensitas III MMI dirasakan oleh warga di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. Sementara itu, getaran ringan berskala II-III MMI turut dilaporkan merambat hingga ke Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, serta Solok Selatan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta |













