Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

'Kirim Pasukan Berarti Perang', Putin Peringatkan Manuver Negara Eropa di Ukraina

Kirim Pasukan Berarti Perang, Putin Peringatkan Manuver Negara Eropa di Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sabtu, 12 September 2026 14:30 WIB

ISTANBUL - Eskalasi konflik di kawasan Eropa Timur mencatatkan babak baru setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin secara terbuka menyatakan bahwa rencana pengiriman pasukan dari negara-negara Eropa ke wilayah Ukraina akan dianggap sebagai deklarasi perang terbuka terhadap negaranya. Pernyataan ini disampaikan menyusul rentetan ketegangan yang melibatkan negara-negara Barat pada Jumat (11/9/2026).

Tudingan terhadap Blok Barat

Menurut laporan yang disiarkan oleh kantor berita negara Tass, Moskow memandang narasi yang dibangun oleh para pemimpin Eropa saat ini sengaja mengarahkan wilayah tersebut ke medan pertempuran.

"Mereka saat ini sedang membicarakan cara mengirim pasukan ke Ukraina. Itu berarti perang dengan Rusia," tegasnya di hadapan awak media.

Putin menilai rentetan kejadian ini adalah skenario panjang negara-negara Barat untuk menghancurkan Rusia dengan menjadikan Ukraina sebagai alat. Ia merinci bahwa upaya menjatuhkan Federasi Rusia sudah dimulai sejak penggunaan kelompok separatis bersenjata di Kaukasus hingga pemanfaatan rezim yang ia sebut sebagai neo-Nazi di Ukraina saat ini.

Di sisi lain, ia membantah tudingan bahwa Moskow memiliki niat untuk mengekspansi konflik hingga ke negara-negara Eropa lainnya. Ia menyayangkan sikap para elite politik Eropa yang terus-menerus menakut-nakuti warganya dengan isu tersebut.

"Kami tidak mengancam, ataupun berniat mengancam, negara-negara Eropa. Untuk apa kami melakukannya? Tidak ada yang bahkan mempertimbangkan fakta bahwa kami tidak memiliki alasan apa pun untuk berkonflik dengan Eropa," urainya.

Sinyal Serangan Balasan dari Kyiv

Menghadapi ancaman dari Moskow, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tidak tinggal diam. Melalui publikasi di akun X pribadinya pada hari yang sama, ia memastikan pasukannya siap melancarkan operasi balasan sepadan apabila Rusia benar-benar menargetkan infrastruktur energi Ukraina ketika suhu mulai membeku akhir tahun ini.

"Rusia tahu bahwa jika mereka menyerang - dan mereka sedang bersiap untuk menyerang sistem energi kita musim dingin ini - Rusia akan menerima balasan yang setimpal," ancamnya.

Tuntutan Keterlibatan Amerika Serikat

Guna mengurai kebuntuan, Zelenskyy mengusulkan agar segera dibentuk forum trilateral yang melibatkan Ukraina, Rusia, serta Amerika Serikat (AS). Pertemuan ini ditargetkan untuk merumuskan gencatan senjata khusus di sektor energi, membuka kembali akses pelayaran di Laut Hitam, serta menuntaskan agenda pertukaran warga sipil dan anak-anak yang masih ditahan.

Zelenskyy juga menuntut langkah yang lebih konkret dari Washington. Ia mendesak Kongres AS untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang sanksi yang sebelumnya didukung oleh mendiang Senator Lindsey Graham, sembari meminta Presiden AS, Donald Trump mengambil tindakan ekonomi yang lebih keras.

"Sanksi harus diterapkan sekarang. Ini adalah sarana yang dimiliki Amerika Serikat untuk melumpuhkan kemampuan Rusia dalam membiayai perang melawan Ukraina setiap harinya," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww