'Kirim Pasukan Berarti Perang', Putin Peringatkan Manuver Negara Eropa di Ukraina
![]() |
| Presiden Rusia Vladimir Putin. |
ISTANBUL - Eskalasi konflik di kawasan Eropa Timur mencatatkan babak baru setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin secara terbuka menyatakan bahwa rencana pengiriman pasukan dari negara-negara Eropa ke wilayah Ukraina akan dianggap sebagai deklarasi perang terbuka terhadap negaranya. Pernyataan ini disampaikan menyusul rentetan ketegangan yang melibatkan negara-negara Barat pada Jumat (11/9/2026).
Tudingan terhadap Blok Barat
Menurut laporan yang disiarkan oleh kantor berita negara Tass, Moskow memandang narasi yang dibangun oleh para pemimpin Eropa saat ini sengaja mengarahkan wilayah tersebut ke medan pertempuran.
"Mereka saat ini sedang membicarakan cara mengirim pasukan ke Ukraina. Itu berarti perang dengan Rusia," tegasnya di hadapan awak media.
Putin menilai rentetan kejadian ini adalah skenario panjang negara-negara Barat untuk menghancurkan Rusia dengan menjadikan Ukraina sebagai alat. Ia merinci bahwa upaya menjatuhkan Federasi Rusia sudah dimulai sejak penggunaan kelompok separatis bersenjata di Kaukasus hingga pemanfaatan rezim yang ia sebut sebagai neo-Nazi di Ukraina saat ini.
Di sisi lain, ia membantah tudingan bahwa Moskow memiliki niat untuk mengekspansi konflik hingga ke negara-negara Eropa lainnya. Ia menyayangkan sikap para elite politik Eropa yang terus-menerus menakut-nakuti warganya dengan isu tersebut.
"Kami tidak mengancam, ataupun berniat mengancam, negara-negara Eropa. Untuk apa kami melakukannya? Tidak ada yang bahkan mempertimbangkan fakta bahwa kami tidak memiliki alasan apa pun untuk berkonflik dengan Eropa," urainya.
Sinyal Serangan Balasan dari Kyiv
Menghadapi ancaman dari Moskow, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tidak tinggal diam. Melalui publikasi di akun X pribadinya pada hari yang sama, ia memastikan pasukannya siap melancarkan operasi balasan sepadan apabila Rusia benar-benar menargetkan infrastruktur energi Ukraina ketika suhu mulai membeku akhir tahun ini.
"Rusia tahu bahwa jika mereka menyerang - dan mereka sedang bersiap untuk menyerang sistem energi kita musim dingin ini - Rusia akan menerima balasan yang setimpal," ancamnya.
Tuntutan Keterlibatan Amerika Serikat
Guna mengurai kebuntuan, Zelenskyy mengusulkan agar segera dibentuk forum trilateral yang melibatkan Ukraina, Rusia, serta Amerika Serikat (AS). Pertemuan ini ditargetkan untuk merumuskan gencatan senjata khusus di sektor energi, membuka kembali akses pelayaran di Laut Hitam, serta menuntaskan agenda pertukaran warga sipil dan anak-anak yang masih ditahan.
Zelenskyy juga menuntut langkah yang lebih konkret dari Washington. Ia mendesak Kongres AS untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang sanksi yang sebelumnya didukung oleh mendiang Senator Lindsey Graham, sembari meminta Presiden AS, Donald Trump mengambil tindakan ekonomi yang lebih keras.
"Sanksi harus diterapkan sekarang. Ini adalah sarana yang dimiliki Amerika Serikat untuk melumpuhkan kemampuan Rusia dalam membiayai perang melawan Ukraina setiap harinya," pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Basket, DKI Jakarta |













