Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

'Freeze' Saat Diserang, Begini Penjelasan Psikologis Kasus Kekerasan Sency

Freeze Saat Diserang, Begini Penjelasan Psikologis Kasus Kekerasan Sency
Beredar viral di media sosial video aksi seorang wanita ditendang oleh pria yang duduk di belakangnya di dalam area Mal Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.(Instagram/etenmichael_)
Jum'at, 18 September 2026 17:11 WIB

JAKARTA - Rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan seorang wanita ditendang dari belakang oleh pria tak dikenal di area antrean makanan Mal Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, memicu perhatian luas. Insiden yang terjadi Minggu (13/9/2026) sore tersebut memunculkan tanda tanya dari publik mengenai respons korban yang tampak kebingungan dan tidak melawan.

Respons Otomatis Menghadapi Ancaman

Menanggapi berbagai pertanyaan di media sosial, rekan korban melalui akun Threads @trashygoddesss memberikan penjelasan rinci terkait kondisi psikologis yang dialami temannya. Menurutnya, korban yang saat itu mengenakan baju putih sedang dalam kondisi bersantai sehingga otaknya tidak dalam keadaan siaga.

"Ketika lagi santai (milih makanan), otak kita dalam kondisi relax, bukan siaga. Tiba-tiba ditendang dari belakang, Amigdala (bagian otak) yang berperan mendeteksi ancaman bisa langsung mengaktifkan respons stres," tulis akun @trashygoddesss dalam unggahannya, Jumat (18/9/2026).

Serangan fisik yang datang mendadak membuat tubuh korban merespons dengan cara membeku. Kondisi ini menyebabkan korban hanya terdiam sesaat setelah jatuh tersungkur dan menabrak pengunjung lain di depannya.

"Salah satu responsnya adalah seperti freeze (membeku). Tubuh bisa diam, bengong, sulit berpikir, atau enggak mampu langsung melawan. Ini bukan pilihan sadar, tapi respons otomatis saat menghadapi ancaman," jelasnya.

Mengalami Syok dan Trauma

Perasaan terancam dan emosi korban baru meluap ketika ia merasa sudah berada di tempat yang lebih aman. Korban dilaporkan gemetar, menangis, serta mengalami trauma pasca kejadian. Teman korban juga menegaskan bahwa insiden ini murni penganiayaan dan membantah spekulasi mengenai percobaan pencopetan.

Kondisi mental korban saat ini berangsur pulih dan sudah memiliki keberanian untuk menempuh jalur hukum. Pihak pengelola Mal Senayan City juga telah berkoordinasi dengan korban untuk membantu proses pelaporan.

Penangkapan Terduga Pelaku

Terkait insiden kekerasan ini, aparat kepolisian telah bergerak cepat mengamankan pria berinisial R (44) yang terekam menendang korban. Penangkapan dilakukan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim.

Hingga kini, pihak berwajib telah menggali keterangan dari empat orang saksi yang berada di lokasi kejadian.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww