Bantah Isu Teror dari Pihak Mal, Polisi Jamin Keamanan Korban Penendangan Senayan City
![]() |
| Beredar viral di media sosial video aksi seorang wanita ditendang oleh pria yang duduk di belakangnya di dalam area Mal Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.(Instagram/etenmichael_) |
JAKARTA - Beredarnya rumor mengenai ancaman terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan fisik di Mal Senayan City, Jakarta Pusat, langsung ditepis oleh pihak kepolisian. Desas-desus yang menyebut korban ketakutan melanjutkan proses hukum akibat diintimidasi pihak mal dipastikan tidak berdasar berdasarkan pengakuan langsung dari pihak yang bersangkutan.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan secara mendalam untuk menindaklanjuti kegaduhan yang bermula dari unggahan di media sosial tersebut.
Penjelasan Resmi Kepolisian
Aparat hukum memastikan tidak ada hambatan atau tekanan dari pihak luar yang dialami oleh korban selama penyelidikan berlangsung. Keterangan ini diperoleh penyidik usai melakukan komunikasi intensif dengan perempuan yang terekam ditendang dalam rekaman kamera pengawas tersebut.
"Itu sudah saya, sudah kami tanyakan itu ke korban, sudah kami klarifikasi. Tidak ada itu. Dari korbannya sendiri tidak ada bilang ada ini, ada teror itu," urainya saat dihubungi, Sabtu (19/9/2026).
Pernyataan senada juga disampaikan terkait dugaan campur tangan manajemen pusat perbelanjaan.
"Yang pasti, berdasarkan hasil pemeriksaan kami terhadap korban, korban katakan tidak ada kalau dari Sency-nya teror," tegasnya.
Jaminan Perlindungan Selama Proses Hukum
Merespons kekhawatiran publik, institusi kepolisian memberikan garansi penuh terhadap keselamatan perempuan tersebut agar pengusutan kasus dugaan penganiayaan ini dapat berjalan lancar.
"Kalau terkait dengan menjamin perlindungannya pasti dong, pasti kami jamin itu perlindungan korban," janjinya.
Awal Mula Isu Intimidasi Mencuat di Dunia Maya
Sebelumnya, ruang publik dihebohkan dengan unggahan dari beberapa akun media sosial yang mengklaim sebagai kerabat korban. Mereka memaparkan adanya upaya sistematis untuk menakut-nakuti perempuan tersebut.
Salah satunya datang dari pengguna platform Threads, @naomiassread, yang menuliskan bahwa temannya tersebut mempertimbangkan untuk mencabut laporan karena ketakutan.
Narasi serupa diperkuat oleh akun @pratiwiatmaa yang secara terang-terangan menyebut nama pusat perbelanjaan. Akun ini menuduh pihak mal telah menyebarkan nomor telepon korban kepada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian.
"Tolong dong guys kawal kasus ini," tulis akun tersebut dalam unggahannya yang kemudian viral. Namun, seluruh klaim ini telah dibantah oleh penyidik kepolisian berdasarkan pengakuan asli dari korban.
Kronologi Kejadian dan Penangkapan Terduga Pelaku
Kasus kekerasan di ruang publik ini bermula dari sebuah rekaman CCTV yang merekam peristiwa pada Minggu (13/9/2026). Dalam rekaman itu, tampak seorang perempuan berbaju putih sedang antre di area gerai makanan. Tanpa alasan yang jelas, seorang pria berbaju hitam di belakangnya mendaratkan tendangan keras ke punggung korban.
Akibat benturan tersebut, korban tersungkur hingga menabrak pengunjung lain di depannya. Pria itu tampak melontarkan teriakan sebelum korban yang kebingungan berdiri dan bergegas pergi.
Berbekal rekaman viral tersebut, Tim Opsnal Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak melacak keberadaan pria berbaju hitam itu. Terduga pelaku berinisial R (44) akhirnya ditangkap di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 03.55 WIB. Aparat kini telah memeriksa empat orang saksi untuk mendalami motif dari tindakan arogan R tersebut.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta |













