Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Komisi XIII DPR Desak Keselamatan Sipil di Papua
![]() |
| Jenazah Aris Sanda, sopir travel asal Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, masih disemayamkan di rumah duka setelah tiba di kampung halamannya, Sabtu (19/9/2026). |
JAKARTA - Rentetan aksi kekerasan bersenjata yang menyasar masyarakat sipil di Papua memantik reaksi keras dari parlemen. Tewasnya seorang pengemudi angkutan logistik serta penyanderaan belasan perempuan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengevaluasi sistem perlindungan warga negara di wilayah konflik tersebut.
Anggota Komisi XIII DPR RI Fauqi Hapidekso menegaskan bahwa eskalasi gangguan keamanan ini telah bergeser dari sekadar gangguan ketertiban menjadi persoalan kemanusiaan yang mendesak. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut meminta otoritas terkait tidak tinggal diam melihat rentannya posisi masyarakat yang tengah mencari nafkah.
"Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik justru menjadi korban. Mereka memiliki hak untuk hidup aman, bekerja, bepergian dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut," urainya, Minggu (20/9/2026).
Tuntutan Operasi Terukur dan Hak Keluarga Korban
Menyikapi kondisi sandera yang masih berada di tangan kelompok bersenjata, Fauqi meminta kepolisian maupun elemen pemerintah lainnya menyusun strategi penyelamatan yang matang. Ia menekankan bahwa pergerakan yang cepat dan terukur sangat dibutuhkan guna mencegah jatuhnya korban tambahan dari pihak sipil.
Selain desakan operasi penyelamatan, keterbukaan informasi menjadi sorotan utama. Hak keluarga korban untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan tidak boleh diabaikan begitu saja.
"Dimana pun mereka berada, mereka adalah warga negara yang hak hidup dan keselamatannya harus dilindungi. Tidak boleh ada warga yang merasa bahwa ketika mereka berada di wilayah tertentu, nyawa mereka menjadi tidak berharga," tegasnya.
Rangkaian Teror Berdarah Jayawijaya hingga Mimika
Sebelumnya, ruang gerak masyarakat sipil di Papua Pegunungan kembali diwarnai insiden maut. Aris Sanda, seorang sopir travel asal Toraja, harus kehilangan nyawa usai disandera dan ditembak oleh KKB. Kala itu, ia sedang menjalankan tugas membawa pasokan logistik melintasi jalur Wamena-Mbua, Kabupaten Jayawijaya. Jenazahnya lantas ditemukan di dalam mobil yang telah dihanguskan pelaku di kawasan Danau Habema.
Teror tersebut nyatanya berjalan paralel dengan kejadian di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Sejak 17 Agustus 2026, sebanyak sembilan orang perempuan diculik oleh kelompok bersenjata. Dari total tersebut, satu orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu korban lainnya ditemukan meninggal dunia, menyisakan tujuh perempuan yang saat ini masih dalam kondisi penyanderaan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta |













