Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Rosan P Roeslani Sebut Rumah Indonesia Bukan Hanya Tempat Atlet Tapi Jendela Indonesia

Rosan P Roeslani Sebut Rumah Indonesia Bukan Hanya Tempat Atlet Tapi Jendela Indonesia
Roesan P Roeslani bersama CdM Todotua Pasaribu saat mengunjungi Rumah Indonesia. (NOC Indonesia)
Sabtu, 26 September 2026 18:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Rumah Indonesia di Nagoya dinilai telah menjadi ruang yang mampu menampilkan berbagai sisi Indonesia, Rumah Indonesia juga menjadi tempat bagi para atlet untuk beristirahat, bekerja, menikmati masakan Tanah Air, hingga berinteraksi dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PP PABSI) Rosan P Roeslani saat mengunjungi Rumah Indonesia di Nagoya.

Rosan yang pernah menjadi Chef de Mission (CdM) Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020, mengatakan konsep Rumah Indonesia di Aichi-Nagoya memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar ruang promosi Indonesia.

“Wah, sangat luar biasa. Saya pernah jadi CdM juga di Tokyo. Kalau kita lihat, ini bukan hanya display mengenai Indonesia, tetapi juga tempat untuk para atlet kita yang rindu masakan Indonesia,” ujar Rosan di Rumah Indonesia, Sabtu (26/9/2026)

Menurutnya, berbagai kebutuhan tersebut berada dalam satu lokasi sehingga Rumah Indonesia dapat menjadi ruang yang terintegrasi bagi kontingen.

“Tempatnya ada di satu lokasi dan ada empat lantai. Lantai empat bisa bekerja, jadi ini satu tempat yang benar-benar menjadi jendela Indonesia di sini,” katanya.

Rosan juga mengapresiasi keterbukaan Rumah Indonesia yang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat internasional yang ingin mengenal Indonesia lebih dekat.

“Dalam kesempatan ini tidak hanya mengundang teman-teman dari Indonesia, tetapi juga masyarakat mancanegara yang ingin mengetahui Indonesia. Inilah tempatnya. Dari makanannya, hospitality-nya, pakaian dan merchandise juga ada di sini,” ujar Rosan.

GoNews.co Bersama atlet Indonesia. (NOC
Bersama atlet Indonesia. (NOC Indonesia)

Apresiasi untuk Responsivitas CdM

Selain Rumah Indonesia, Rosan turut memberikan apresiasi terhadap kinerja CdM Todotua Pasaribu beserta timnya dalam menangani berbagai dinamika selama Asian Games.

“Yang pasti, dalam satu kegiatan, apalagi kegiatan akbar seperti ini, selalu ada dinamika. Tapi kalau saya lihat, bicara langsung dengan Pak CdM dan masukan juga dari teman-teman cabor, saya juga dari angkat besi, alhamdulillah tertangani dengan baik,” kata Rosan.

Ia mengatakan, respons cepat dari CdM dan tim memberikan rasa nyaman bagi atlet dan ofisial menjelang maupun saat menjalani pertandingan.

“Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol,” ujarnya.

Menurut Rosan, salah satu kekuatan Rumah Indonesia adalah seluruh fungsi pendukung dapat terintegrasi dalam satu tempat sehingga setiap perkembangan dapat segera direspons.

“Positif, bagus. Semua terintegrasi karena satu tempat. Ada hal yang perlu disampaikan, ada hal yang harus direspons secara cepat, bisa dilakukan karena terintegrasi,” kata Rosan.

Rumah Indonesia berada di kawasan Sakaemachi, Nagoya, Jepang, dan sejak diresmikan pada 19 September menjadi fasilitas pendukung bagi Kontingen Indonesia selama Asian Games. Selain fungsi akomodasi dan koordinasi, Rumah Indonesia juga menjadi ruang pertemuan bagi atlet, ofisial, masyarakat Indonesia, serta tamu dari berbagai negara. ***

wwwwww