Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Hiburan

Berlliana Lovell Berjuang Melawan Kanker Sejak 2013

Berlliana Lovell Berjuang Melawan Kanker Sejak 2013
Berlliana Lovell. (Instagram)
Selasa, 13 Oktober 2026 19:38 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Perjalanan Berlliana Lovell menghadapi kanker bukanlah perkara singkat. Sejak didiagnosis pada 2013, ia harus melewati masa pengobatan, termasuk kemoterapi, sebelum akhirnya dinyatakan memasuki masa remisi pada 2017. Namun, perjuangan menjaga kesehatannya berlanjut hingga ia menjalani operasi pengangkatan kista di Korea Selatan pada 2025.

Berlliana Lovell mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali mengetahui dirinya mengidap kanker. Ia membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan tersebut sebelum akhirnya bisa meluapkan kesedihannya.

"Aslinya kita cuma bisa bengong karena... hah? Masa sih? Masih denial pasti," kata Berlliana Lovell kepada awak media di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Jakarta Selatan, Senin 12 Oktober 2026.

Berawal dari Bentol Merah di Dada

Sebelum menerima diagnosis kanker, Berlliana Lovell menemukan bentol merah di bagian dada. Benjolan itu tidak menimbulkan rasa gatal, tetapi terasa ngilu ketika disentuh.

Pada awalnya, ia menduga kondisi tersebut hanya pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, untuk memastikan penyebabnya, Berlliana akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan medis hingga mengetahui penyakit yang dideritanya.

Diagnosis tersebut menjadi awal dari perjuangan panjangnya menghadapi kanker.

Selama menjalani kemoterapi, Berlliana Lovell merasakan tubuhnya lemas dan mengalami nyeri. Pengobatan itu menjadi bagian dari proses yang harus dilaluinya sebelum kondisi tubuh berangsur membaik.

Pada 2017, ia dinyatakan memasuki masa remisi. Meski demikian, pengalaman tersebut membuatnya semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

Perjuangannya belum sepenuhnya berakhir. Pada 2025, Berlliana kembali menjalani operasi pengangkatan kista di Korea Selatan. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai jenis kista maupun hubungannya dengan riwayat kanker yang pernah dideritanya.

Berlliana Ingatkan Perempuan 

Dari pengalaman tersebut, Berlliana mengajak perempuan agar tidak menunda pemeriksaan medis ketika menemukan gejala yang tidak biasa. Menurutnya, rasa takut mengetahui diagnosis justru tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghindari pemeriksaan.

Ia menekankan bahwa apabila suatu penyakit memang ada, mengabaikannya tidak akan membuat penyakit tersebut otomatis hilang. Karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan.

"Tips khususnya jangan takut sih, karena mau sekarang atau nanti, kalau memang ada penyakitnya ya tetap jadi penyakit. Gak gara-gara nggak diperiksa jadinya sembuh," pungkas Berlliana.

Saat ini, Berlliana berusaha menjaga kondisi tubuh melalui pengaturan pola makan dan olahraga secara rutin. Ia mengaku sudah terbiasa memperhatikan asupan makanan sejak lama, salah satunya karena memiliki riwayat kanker.

Selain menjaga kebugaran, Berlliana juga sedang berupaya mengontrol berat badannya yang kini mencapai 50 kilogram.

Pengalaman Berlliana menjadi pengingat bahwa perubahan pada tubuh sebaiknya tidak diabaikan. Meski gejala tertentu belum tentu menandakan penyakit serius, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat. ***

wwwwww