Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jupiter Desak Pengelola Mal dan Gedung Swasta Bebaskan Ojol dari Biaya Parkir 30 Menit

Jupiter Desak Pengelola Mal dan Gedung Swasta Bebaskan Ojol dari Biaya Parkir 30 Menit
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter.
Selasa, 13 Oktober 2026 13:27 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter mendesak, pengelola mal, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan kawasan komersial swasta di Jakarta memberikan fasilitas parkir gratis selama 30 menit bagi pengemudi ojek online (ojol).

‎Desakan tersebut ditujukan agar kebijakan parkir gratis tidak hanya berlaku di area milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tetapi juga menjangkau kawasan komersial swasta yang menjadi lokasi penjemputan penumpang maupun pengambilan dan pengantaran pesanan.

‎
‎Menurut Jupiter, pengemudi ojol yang hanya berhenti sebentar untuk melayani masyarakat tidak semestinya dibebani biaya parkir yang tidak proporsional.
‎
‎"Jangan sampai pengemudi yang hanya berhenti sebentar untuk melayani masyarakat justru terbebani biaya parkir," kata Jupiter, dikutip Selasa (13/10/2026).
‎
‎Ia menegaskan, penerapan fasilitas parkir gratis tersebut perlu didukung mekanisme yang jelas agar berjalan tertib dan tidak disalahgunakan. Mekanisme itu antara lain mencakup penyediaan titik parkir khusus ojol, pencatatan waktu kendaraan, serta pengawasan terhadap pelaksanaannya.
‎
‎Jupiter juga meminta pengelola parkir swasta yang tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut untuk dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Ia mendorong, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mengevaluasi perizinan serta menindaklanjuti pelanggaran sesuai kewenangannya.
‎
‎Jupiter menambahkan, pengelolaan parkir tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, termasuk para pekerja transportasi daring yang menjalankan layanan penjemputan penumpang dan pengantaran pesanan.
‎
‎"Jangan dibebani biaya parkir yang tidak proporsional," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww