Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Umum

Menteri Lingkungan Hidup Targetkan Karhutla Kalsel Kalteng Tuntas, Kendala Air Jadi Hambatan Utama

Menteri Lingkungan Hidup Targetkan Karhutla Kalsel Kalteng Tuntas, Kendala Air Jadi Hambatan Utama
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat saat memberikan penjelasan usai mengikuti Word Lake Day di Universitas Indonesia, Depok.
Selasa, 13 Oktober 2026 15:59 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat menargetkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) rampung dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah terus menyiagakan puluhan ribu personel untuk mengendalikan titik api, meski tim di lapangan harus berhadapan dengan kendala pasokan air dan hambatan armada udara.

Penurunan intensitas sebaran api saat ini menjadi indikator positif bagi langkah penanganan secara menyeluruh. Otoritas terkait optimistis proses pendinginan kawasan hutan di kedua provinsi tersebut dapat segera dituntaskan apabila situasi terus membaik.

"Jadi mudah-mudahan dengan bantuan doa dan semuanya, kerja keras di bawah, itu bisa segera selesai," harapnya usai menghadiri acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Koordinasi Intensif Bersama BNPB

Perkiraan tenggat waktu penyelesaian operasi pemadaman ini didasarkan pada hasil pemantauan dan koordinasi berkelanjutan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Perkembangan pergerakan api selalu ditinjau untuk menyesuaikan kapasitas personel dan peralatan.

"Kalau tadi ngobrol dengan BNPB ya beberapa minggu ke depan lah. Tapi mungkin dengan intensitas yang sudah mulai berkurang," terangnya.

Evaluasi Kebutuhan Armada Udara

Hingga saat ini, manuver pengeboman air (water bombing) yang menjadi salah satu instrumen utama masih terhambat oleh sejumlah keterbatasan teknis. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah menyambut baik pihak-pihak yang ingin menyalurkan bantuan tambahan, namun penyalurannya akan diselaraskan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Pemerintah tengah mengkaji efektivitas setiap tawaran bantuan, khususnya untuk dukungan operasi jalur udara. Pendekatan terukur ini diterapkan agar seluruh armada yang mengudara tidak tumpang tindih dan benar-benar berdampak langsung pada percepatan penuntasan karhutla. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Umum
wwwwww