Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Umum

Titik Api Susut Drastis, Presiden Prabowo Siapkan Strategi Mitigasi Libatkan Guru Besar

Titik Api Susut Drastis, Presiden Prabowo Siapkan Strategi Mitigasi Libatkan Guru Besar
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait karhutla yang digelar secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026). (foto: youtube sekretariat presiden)
Selasa, 13 Oktober 2026 15:36 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto segera meminta masukan dari para guru besar dan pakar untuk merumuskan solusi penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah mitigasi ini dibahas melalui rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, guna memastikan pencegahan berjalan maksimal mulai dari tingkat desa.

"Ya, masalah asap nanti kita minta masukan para profesor kita, bagaimana," paparnya melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).

Pengerahan TNI dan Polri Latih Personel

Prabowo menekankan pentingnya langkah pencegahan yang presisi di lapisan masyarakat paling bawah. Meski rekayasa cuaca untuk mendatangkan hujan kerap dilakukan sebagai solusi memadamkan api, Kepala Negara lebih mengutamakan pengawasan ketat agar bencana serupa tidak terulang di kemudian hari.

Guna mengamankan kawasan hutan yang sangat luas, jumlah personel penjaga saat ini dinilai masih jauh dari kata ideal. Kementerian Kehutanan tercatat baru memiliki sekitar 20.000 polisi hutan yang bertugas di lapangan.

"Polisi hutan dari Kemenhut hanya 20.000. Ya, kalau tidak, minta dilatihlah oleh polisi atau tentara. Kapolri nanti bisa bantu ya, didik polisi hutan. Alam kita berat," pintanya.

Usulkan Tambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Mengatasi kekurangan kapasitas penjagaan tersebut, Kepala Negara berencana mengajukan penambahan jumlah kuota polisi hutan secara signifikan. Rencana penambahan personel penjaga garis depan ini akan segera dikoordinasikan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).

"Karena itu, tolong sampaikan ke MenPAN RB. Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut mengapresiasi kinerja seluruh instansi gabungan yang telah bekerja keras memadamkan titik api di berbagai wilayah. Berdasarkan laporannya, luasan kawasan hutan maupun lahan yang terbakar kini telah menyusut drastis hingga berada di bawah angka 1.000 hektare.

"Saya kira ini kalau tidak kita turun tangan secara besar-besaran, tidak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:sindonews.com
Kategori:Umum
wwwwww