Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Umum

Kemlu RI Kecam Serangan Bandara Arab Saudi, Desak Penghentian Konflik Bersenjata Yaman

Kemlu RI Kecam Serangan Bandara Arab Saudi, Desak Penghentian Konflik Bersenjata Yaman
Menlu RI Arrmanatha Nasir (foto: kemlu RI)
Selasa, 13 Oktober 2026 15:21 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras eskalasi konflik bersenjata antara Yaman dan Arab Saudi. Penolakan tegas ini menyusul rentetan serangan lintas batas yang menargetkan sejumlah bandara di wilayah Arab Saudi hingga memicu jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Sikap resmi tersebut disampaikan langsung lewat unggahan akun X resmi kementerian pada Selasa (13/10/2026). Agresi militer ini dinilai tidak hanya melumpuhkan operasional penerbangan sipil, tetapi juga membawa risiko fatal bagi keselamatan dunia penerbangan secara luas.

"Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata," tegas keterangan resmi Kemlu RI.

Soroti Krisis Kemanusiaan Yaman

Selain menyoroti insiden di fasilitas publik, negara turut menaruh perhatian penuh pada situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Yaman. Rentetan gempuran bersenjata tersebut telah menyebabkan lonjakan jumlah korban sipil yang tak bersalah dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang terdampak langsung oleh konflik ini. Harapan besar juga dipanjatkan agar warga yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut dapat segera mendapatkan penanganan dan pulih kembali.

Dorong Solusi Diplomasi

Menyikapi situasi kawasan yang kian tak menentu, Indonesia mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan aksi balasan. Langkah menahan diri secara maksimal dinilai sangat esensial guna mencegah meluasnya skala kerusakan akibat perang.

Pemerintah menekankan bahwa seluruh manuver di medan pertempuran diwajibkan untuk tunduk pada koridor hukum internasional, khususnya hukum humaniter. Penghormatan terhadap kedaulatan serta integritas teritorial negara-negara di kawasan terkait mutlak dijaga bersama.

"Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai," pungkas Kemlu RI dalam pernyataan tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Umum
wwwwww