Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Cerbung Bagian ke-116

Nikah Siri: Jangan Apa-apakan Kak Ratna Kalau Bertemu

Nikah Siri: Jangan Apa-apakan Kak Ratna Kalau Bertemu
Sabtu, 18 Maret 2017 19:23 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
ULTIMATUM SITI - membuat suara Rusman fakum. Siti hanya mendengar helaan nafas Rusman saja tanpa kata. Siti masih menunggu bicara Rusman. Namun sepertinya Rusman belum ada reaksi.

''Bagaimana Bang.. Kok diam...?'' kini Siti pula yang mendesak Rusman agar memberikan jawaban.

''Atau dalam masalah ini Ibu ada ikut campur sehingga abang berat betul untuk menjawab nya..? Dan bukan dari kata hati Abang...?'' kata Siti lagi seolah mendesak Rusman agar memberikan reaksi atas kata-katanya tadi.

''Abang memang selama ini dibawah bayang bayang. Seolah Abang tak bisa berpikir secara jernih. Bang.. kalau abang sudah berumah tangga, hubungan abang dengan Ibu sudah terbatas. Seharusnya banyak berpihak ke pada isteri'' Siti terus mencecar Rusman yang seolah tak berdaya diseberang sana.

''Tidak ada campur tangan Ibu di sini...'' akhirnya Rusman bersuara.

''Lalu...?''

''Kehendak abang...''

''Ohhh... gitu...?''

''Bang... Soal keturunan itu rahasia Tuhan Bang... Kita tak akan dapat menolak dan meraihnya. Namun kita masih diberi waktu untuk berusaha... Cerai bukan jalan satu-satunya Bang...'' Siti kian sengit memberondong Rusman yang seolah tak berkutik.

''Ratna bersama Siti...?''

''Ya... kenapa...? Abang keberatan...?'' Siti bertegas-tegas saja.

''Ngak kenapa. Hanya Tanya saja...''

''Kasihan Kak Ratna Bang.. Dia selama ini terus berusaha tapi abang justru mematahkan usahanya itu dengan tindakan putus. Kok Gitu...?''

''Siti mohon. Abang batal kan rencana Abang itu. Jika tidak, konsekwensinya. Siti tidak akan berbasa-basi lagi tentang Icha. Ini bukan ancaman. Tetapi sekedar peringatan saja bagi abang.''

''Jangan sampai begitu sekali lah Ti... Kasihan Ibu.''

''Abang tau pun...''

''Yahhhh….. Abang akan batalkan rencana abang itu'' suara Rusman hilang hilang timbul.

''Serius Bang...?''

''Sungguh...''

''Jika begitu, Siti minta abang nanti jangan apa-apa in Kak Ratna karena bertemu Siti. Sebab, Siti pun tidak akan main-main jika abang mempermainkan Siti'' kata Siti seraya menutup pembicaraan. (Bersambung)

Cerita Sebelumnya...

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww