Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija

Ricuh Pasca Pilgub Kalbar, 119 Warga Pendatang Terpaksa Mengungsi ke Markas TNI

Ricuh Pasca Pilgub Kalbar, 119 Warga Pendatang Terpaksa Mengungsi ke Markas TNI
Warga Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak mengungsi di markas Yonzipur 6/SD di Jalan Raya Anjungan Kabupaten Mempawah. (sindonews.com)
Sabtu, 30 Juni 2018 14:46 WIB
LANDAK - Sebanyak 119 warga Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) masih mengungsi di markas TNI AD Yonzipur 6/SD di Jalan Raya Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalbar. Mereka mengungsi karena terjadinya kericuhan dua hari pasca pencoblosan Pilkada Kalbar.

Dikutip dari sindonews.com, kericuhan terjadi di Kabupaten Landak, yang diduga buntut dari hasil quick count Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar, Jumat (29/6/2018) petang.

Kericuhan itu bermula dari aksi sekelompok massa yang berjumlah seratusan orang membakar ban di tengah jalan dan memanggang babi di sekitar lokasi Terminal Ngabang, Kabupaten Landak.

Mereka melakukan aksi itu karena terpicu sebuah postingan di media sosial yang dinilai menghina mantan Gubernur Kalbar, Cornelis.

Selain itu, juga karena kecewa calon gubernur (Cagub) jagoannya, Margret Natasa-Suryadman Gidot kalah di tempat pemungutan suara (TPS) sekitar Terminal Dara Itam Ngabang, dalam wilayah Dusun Tebing Tinggi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Landak.

Sekitar pukul 18.10 WIB, massa kemudian bergerak ke lapangan Bardan yang banyak terdapat warung di pinggirnya. Beberapa orang merusak sejumlah warung, memecah kaca gerobak, menumbangkan alat pemanggang dan memukuli meja dengan mandau.

Melihat hal itu, para pemilik warung yang kebanyakan pendatang kemudian pergi meninggalkan warung untuk menyelamatkan diri.  

Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio dan Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunnu sekitar pukul 18.30 WIB, datang ke lokasi untuk menenangkan massa.

Setelah diberikan pengertian, sebagian massa membubarkan diri, tapi sebagian lain masih bertahan, sehingga aparat tetap berjaga-jaga.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar Heri Saman turun tangan dan mengimbau massa untuk membubarkan diri.

Melalui sambungan telepon, mantan Gubernur Kalbar Cornelis juga meminta massa tenang dan tidak terprovokasi postingan di media sosial. Sebab bisa berakibat merusak keamanan Kabupaten Landak.  

Sementara itu, sebanyak 119 orang yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak memilih meninggalkan Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak untuk mengamankan diri. Mereka pergi ke Yonzipur 6/SD yang berada di Jalan Raya Anjungan Kabupaten Mempawah.

Sekretaris FKUB Kota Pontianak, Pdt Iwan Luwuk, sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di beberapa tempat pascapilkada serentak pada 27 Juni 2018.

Menurutnya, kejadian itu sudah dapat diredam. ''FKUB mengajak semua warga Kalbar untuk tetap menjaga kondisi kalbar tetap kondusif dan aman serta kerukunan dan keharmonisan dalam keberagaman terjaga. Kami akan berusaha menghubungi semua paslon untuk bisa bersama-sama meredam ini,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww