Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
13 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
21 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
21 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
12 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
6
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
13 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19

Diminta Buka Hijab, Safina Pilih Batalkan Dapat Beasiswa

Diminta Buka Hijab, Safina Pilih Batalkan Dapat Beasiswa
Ilustrasi. (akhwatmuslimah.com)
Jum'at, 21 Desember 2018 13:29 WIB
GOA - Safina Khan Soudagar, wanita Muslim berusia 24 tahun, memilih kehilangan kesempatan mendapatkan beasiswa, dari pada harus membuka hijabnya.

Dikutip dari republika.co.id, Safina mendapatkan kesempatan mengikuti National Eligibility Test (NET). Tes ini merupakan sebuah ujian di universitas untuk mendapatkan beasiswa bagi peneliti junior di India

Safina datang ke tempat ujian di Panaji pada 18 Desember lalu. Pengawas ujian tersebut memintanya melepas hijabnya. Setelah ia menolaknya pengawas ujian tidak mengizinkannya masuk ke ruang ujian.

''Petugas pengawas melihat dokumen saya, ia melihat ke arah saya dan meminta saya melepas penutup kepala saya, mengatakan saya tidak akan diizinkan masuk ke ruang ujian dengan itu,'' katanya, seperti dilansir dari The News, Jumat (21/12).

Safina mengatakan kepada petugas ia tidak bisa melepaskan hijabnya. Ia mulai berdebat dengan petugas itu dan berkonsultasi dengan petugas senior yang berada di dekatnya.

Lalu petugas itu memberitahunya ia tidak akan diizinkan untuk memasuki ruang ujian dengan penutup kepala.

''Pertanyannya adalah apakah saya ingin mengambil ujian atau tidak, jadi saya memilih keimanan saya di atas kerugian (akademis),'' tambahnya.

Petugas yang melarang perempuan itu masuk ke ruang ujian mengatakan ia sudah diberitahu hijab dan beberapa aksesoris dilarang masuk dengan alasan keamanan.

Safina mengatakan, ia masuk ke ruang ujian pada pukul 13.00 waktu setempat pada  Selasa dan berdiri ketika antrean proses pemeriksaan Kartu Identitas kandidat dimulai.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww