Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija

Diterjang Puting Beliung, 79 Rumah Rusak di Sumbar, 2 Rumah Gadang Roboh

Diterjang Puting Beliung, 79 Rumah Rusak di Sumbar, 2 Rumah Gadang Roboh
Ilustrasi rumah porak-poranda diterjang angin puting beliung. (republika.co.id)
Minggu, 08 September 2019 11:40 WIB
PADANG ARO - Sedikitnya 79 rumah warga rusak di Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), setelah diterjang angin puting beliung, Jumat (6/9) sore.

Dikutip dari merdeka.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Inroni Muharamsyah di Padang Aro mengatakan, terjangan puting beliung menyebabkan sembilan rumah rusak berat, 32 rumah rusak sedang dan 38 rumah rusak ringan.

''Bencana itu menyebabkan 37 rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp12,8 juta di Nagari Kapau Alam Pauh Duo. Dua keluarga dari nagari itu harus mengungsi ke rumah kerabat karena rumahnya rusak,'' kata Inroni.

Di Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, puting beliung menyebabkan kerusakan 31 rumah, memaksa lima keluarga mengungsi dan menimbulkan kerugian Rp43 juta.

Bencana itu juga mengakibatkan 11 rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp188,8 juta di Nagari Pauh Duo Nan Batigo.

''Di Nagari Pauh Duo Nan Batigo dua rumah gadang roboh tertimpa pohon dengan kerugian mencapai Rp140 juta,'' lanjutnya.

BPBD menunggu bantuan logistik dari pemerintah provinsi untuk disalurkan kepada korban bencana. ''Tenda ada, tapi tidak cukup, makanya tunggu yang dari provinsi dulu baru sekalian didistribusikan supaya tidak berebut,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww