Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
2
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
16 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
3
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
17 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
4
Langgar Administrasi, Kemenag RI Copot Rektor UIN Suska
Peristiwa
16 jam yang lalu
Langgar Administrasi, Kemenag RI Copot Rektor UIN Suska
5
Kabar Gembira dari Gus Menteri, Pendamping Desa Tak Perlu Kuatir soal Kontrak Kerja
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Kabar Gembira dari Gus Menteri, Pendamping Desa Tak Perlu Kuatir soal Kontrak Kerja
6
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021
Politik
19 jam yang lalu
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021

Terkait Kasus Suap Bupati Cirebon, KPK Cegah GM Hyundai ke Luar Negeri

Terkait Kasus Suap Bupati Cirebon, KPK Cegah GM Hyundai ke Luar Negeri
Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra kenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/10). (liputan6.com)
Jum'at, 04 Oktober 2019 22:46 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah GM Hyundai Enginering Construction Herry Jung, dan Camat Beber, Cirebon, Rita Susana, ke luar negeri. Keduanya merupakan saksi atas kasus kasus yang menjerat mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra (SUN).

''Pencegahan ke luar negeri dilakukan selama enam bulan, sejak 26 April 2019 sampai 26 Oktober 2019,'' ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Sunjaya dijerat dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kabupaten Cirebon. Dalam kasus suap, dia dijerat bersama Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto.

Keduanya sudah terbukti bersalah melakukan tindak pidana suap. Sunjaya divonis 5 tahun penjara sedangkan Gatot dihukum 1 tahun 2 bulan oleh Pengadilan Tipikor Bandung.

Seiring berjalannya proses hukum, KPK pun menjerat Sunjaya tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sunjaya diduga telah menyamarkan asetnya dari hasil korupsi untuk mengelabui penegak hukum.

Jeratan Pasal

Selama menjabat sebagai Bupati Cirebon, Sunjaya diduga menerima gratifikasi senilai Rp 41,1 miliar.

Selain itu, Sunjaya juga diduga menerima hadiah atau janji terkait perizinan PLTU 2 di Kabupaten Cirebon sebesar Rp 6,04 miliar dan perizinan properti di Cirebon sebesar Rp 4 Miliar.

Sehingga, total Sunjaya menerima uang sebesar sekitar Rp 51 Miliar.

Atas perbuatan tersebut, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww