Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
Nasional
23 jam yang lalu
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
2
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
3
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
Hukum
17 jam yang lalu
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
4
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
Hukum
14 jam yang lalu
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
5
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
6
SBY 'Turun Gunung', Darmizal: Lebay, Panik
Politik
22 jam yang lalu
SBY Turun Gunung, Darmizal: Lebay, Panik

Terkait Kasus Suap Bupati Cirebon, KPK Cegah GM Hyundai ke Luar Negeri

Terkait Kasus Suap Bupati Cirebon, KPK Cegah GM Hyundai ke Luar Negeri
Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra kenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/10). (liputan6.com)
Jum'at, 04 Oktober 2019 22:46 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah GM Hyundai Enginering Construction Herry Jung, dan Camat Beber, Cirebon, Rita Susana, ke luar negeri. Keduanya merupakan saksi atas kasus kasus yang menjerat mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra (SUN).

''Pencegahan ke luar negeri dilakukan selama enam bulan, sejak 26 April 2019 sampai 26 Oktober 2019,'' ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Sunjaya dijerat dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kabupaten Cirebon. Dalam kasus suap, dia dijerat bersama Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto.

Ads

Keduanya sudah terbukti bersalah melakukan tindak pidana suap. Sunjaya divonis 5 tahun penjara sedangkan Gatot dihukum 1 tahun 2 bulan oleh Pengadilan Tipikor Bandung.

Seiring berjalannya proses hukum, KPK pun menjerat Sunjaya tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sunjaya diduga telah menyamarkan asetnya dari hasil korupsi untuk mengelabui penegak hukum.

Jeratan Pasal

Selama menjabat sebagai Bupati Cirebon, Sunjaya diduga menerima gratifikasi senilai Rp 41,1 miliar.

Selain itu, Sunjaya juga diduga menerima hadiah atau janji terkait perizinan PLTU 2 di Kabupaten Cirebon sebesar Rp 6,04 miliar dan perizinan properti di Cirebon sebesar Rp 4 Miliar.

Sehingga, total Sunjaya menerima uang sebesar sekitar Rp 51 Miliar.

Atas perbuatan tersebut, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww