Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
2
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
Politik
20 jam yang lalu
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
3
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
Olahraga
23 jam yang lalu
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
4
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
5
Dukcapil: Yang Belum Terapkan 'Tap' KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
Nasional
22 jam yang lalu
Dukcapil: Yang Belum Terapkan Tap KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
6
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY
Politik
20 jam yang lalu
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY

Topan Hagibis Bisa Sebabkan Gelombang 4 Meter di Peraian Indonesia

Topan Hagibis Bisa Sebabkan Gelombang 4 Meter di Peraian Indonesia
Ilustrasi gelombang tinggi. (int)
Sabtu, 12 Oktober 2019 21:03 WIB
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, Topan Hagibis di Samudra Pasifik di selatan Jepang bisa menyebabkan gelombang tinggi di perairan Indonesia pada 12 - 13 Oktober 2019. Ketinggian gelombang diperkirakan 1,25 hingga 4 meter.

Dikutip dari kumparan.com, BMKG dalam rilisnya Sabtu (12/10), menginformasikan, Topan Hagibis memengaruhi kecepatan angin. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari tenggara ke arah barat daya dengan kecepatan 3 sampai 15 knot.

Sedangkan di wilayah selatan Indonesia, angin bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan lima sampai 20 knot.

Ads

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Jawa bagian timur, perairan selatan Banjarmasin, Selat Lombok bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulawesi Selatan, Laut Arafuru bagian timur, Perairan selatan Merauke. Kondisi ini dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Menurut hasil pantauan BMKG, wilayah yang akan dilanda gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,50 meter akibat Topan Hagibis adalah sebagai berikut; Perairan Barat Sabang - Aceh,Perairan Barat Pulau Simeulue Hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pulau Enggano di Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa Hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Lombok - Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Nusa Tenggara, Perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Halmahera Barat Bagian Utara, Perairan Morotai Bagian Utara, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Sedangkan untuk wilayah perairan yang dilanda gelombang setinggi empat meter adalah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera hingga Pulau Bali.

BMKG memperingatkan agar masyarakat memperhatikan keselamatan pelayaran. Mereka mengatakan, perahu nelayan harus mewaspadai angin yang kecepatannya lebih dari 15 knot dan gelombang yang tingginya di atas 1,25 meter.

Adapun kapal tongkang harus mewaspadai kecepatan angin yang lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sementara kapal Ferry harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sedangkan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau pesiar, harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.

BMKG juga meminta kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di daerah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi akibat Topan Hagibis untuk terus waspada.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam
wwwwww