Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
16 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
19 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
19 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
19 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
Sepakbola
19 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
23 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru

Bom Meledak dalam Masjid Saat Ratusan Muslim Shalat Jumat, 29 Orang Wafat dan 100 Terluka

Bom Meledak dalam Masjid Saat Ratusan Muslim Shalat Jumat, 29 Orang Wafat dan 100 Terluka
Salah seorang jamaah shalat Jumat yang terluka dievakuasi. (sindonews)
Jum'at, 18 Oktober 2019 22:20 WIB
KABUL - Sedikitnya 29 orang meninggal akibat ledakan bom dalam sebuah masjid di Nangarhar, Afghanistan timur, Jumat (18/10/2019). Bom meledak saat ratusan umat Islam menunaikan shalat Jumat dalam masjid tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, anggota dewan provinsi Nangarhar, Sohrab Qaderi menyatakan, selain menewaskan 29 orang, ledakan bom dalam masjid itu juga menyebabkan lebih 100 orang terluka.

''Jumlah korban mungkin bertambah saat tim penyelamat dan warga masih berupaya mengeluarkan para korban dari reruntuhan masjid,'' papar Qaderi pada Reuters.

Juru bicara gubernur Provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani menambahkan, atap masjid roboh akibat ledakan dan sejauh ini lebih dari 20 orang telah dilaporkan tewas.

Belum ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Afghanistan masih sangat rawan dengan berbagai serangan bom seiring masih banyaknya kelompok militan di negara itu.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww