Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
14 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
2
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
14 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
6 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
6 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
6 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
6
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian

Polisi Tembak Rahang Temannya, Kemudian Tembak Kepala Sendiri, Begini Kronologinya

Polisi Tembak Rahang Temannya, Kemudian Tembak Kepala Sendiri, Begini Kronologinya
Ilustrasi. (int)
Minggu, 10 November 2019 07:33 WIB
DONGGALA - Kanit Sabhara Polsek Sirenja, Polres Donggala, Aiptu P, menembak rahang rekannya, Aipda NS, Jumat (8/11/2019). Kemudian, Aiptu P menembak kepalanya sendiri.

Dikutip dari kompas.com, Aiptu P menembak Aipda NS menggunakan senjata laras panjang jenis V2, saat membersihkan senjata.

Akibat peristiwa itu, kedua anggota Polsek Sirenja itu terpaksa dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah.

Kronologi Kejadian

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto menjelaskan, peristiwa itu terjadi diduga karena ada permasalahan antara kedua polisi tersebut.

Pada pukul 09.30 Wita, Aiptu P yang tengah membersihkan senjata di Polsek Sirenja sempat adu mulut dengan Aipda NS.

''Tiba-tiba P menembakkan senjata apinya ke arah NS hingga mengenai rahang. Karena panik P kemudian menembak dirinya sendiri,'' ujar Didik, saat dihubungi, Jumat.

Kapolda Sulteng Lukman Wahyu Harianto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk kasus ini.

Dikatakan Lukman, kronologi kejadiannya masih terus didalami. ''Untuk kronologinya ini lagi pendalaman, yang jelas ada anggota 2 kena peluru, senjatanya V2, tentang kejadiannya seperti apa, lagi pendalaman,'' katanya seperti dikutip dari Tribunpalu.com.

Kapolres Donggala AKBP Dadan Wahyudin membenarkan ada dua anggotanya yang tertembak, yakni Aiptu P, Kanit Sabhara dan Aipda NS, KSPKT 1.

Aiptu P, kata Dadan, kena luka tembak di bagian belakang kepala, sementara Aipda NS terkena luka tembak di rahang kanan.

''Iya terkena tembakan di bagian kepala,'' katanya seperti dikutip dari Tribunpalu.com

Sambungnya, saat ini pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki insiden ini.

Kedua polisi yang tertembak di bagian kepala kritis dan dirawat di rumah sakit setempat.

Dirujuk ke RSUD

Dikutip dari Tribunpalu.com, dua polisi yakni Aiptu P Kanit Sabhara dan Aipda NS KSPKT 1 yang mengalami luka tembak dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, Jumat (8/11/2019) sore.

Keduanya dirujuk ke RSUD Undata Palu pasca-menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu selama beberapa jam.

Korban yang pertama dirujuk ke RSUD Undata yakni Aiptu P, yang diberangkatkan ke RSUD Undata sekitar pukul 15.49 Wita

Sedangkan Aipda NS, dibawa ke RSUD Undata Palu sekitar pukul 16.47 Wita.

Keluarga dari kedua korban tampak mendampingi dari RS Bhayangkara Palu menuju RSUD Undata Palu.

Sampai dengan pukul 17.53 Wita, keduanya masih menjalani perawatan di instalasi gawat darurat milik RSUD Undata Palu. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww