Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
Politik
22 jam yang lalu
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
2
Bamsoet Ajak NU dan Muhammadiyah Ikut Salurkan Donasi Konser Amal 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo'
MPR RI
24 jam yang lalu
Bamsoet Ajak NU dan Muhammadiyah Ikut Salurkan Donasi Konser Amal Berbagi Kasih Bersama Bimbo
3
APVI Kampanyekan Larangan Produksi Tembakau Bagi Anak
Kesehatan
24 jam yang lalu
APVI Kampanyekan Larangan Produksi Tembakau Bagi Anak
4
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
22 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
5
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
Politik
21 jam yang lalu
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
6
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
Nasional
21 jam yang lalu
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter

Yakin Kapolri Tahu Penyerang Novel, Benny Harman: Tinggal Kemauan Menangkapnya

Yakin Kapolri Tahu Penyerang Novel, Benny Harman: Tinggal Kemauan Menangkapnya
Anggota Komisi III Benny K Herman. (int)
Kamis, 21 November 2019 11:48 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III Benny Kabur Harman yakin Kapolri Jenderal Idham Azis mengetahui pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Dikatakan Benny, yang diperlukan sekarang hanya kemauan dari Kapolri untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior lembaga antirasuah tersebut.

''Saya tahu pasti Pak Kapolri tahu lah siapa pelakunya, tinggal ada kemauan tidak untuk ya menangkapnya,'' katanya dalam rapat kerja dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Rabu (20/11/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Benny membandingkan dengan penangkapan para tersangka kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang terjadi belum lama ini. Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.

''Kalau tersangka bom yang di Medan cepat sekali terungkap, mengapa kasus Novel Baswedan belum juga, mengapa lama sekali?" katanya.

Politikus Demokrat itu meminta Kapolri yang baru, bersungguh-sungguh mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel tersebut.

''Takutnya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Joko Widodo nantinya. Oeh sebab itu mohon sungguh-sungguh Pak ungkapkan siapa pelakunya,'' tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III lain juga meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberi perhatian lebih soal perkembangan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan.

Anggota Komisi III Arsul Sani berharap Kapolri dapat meberikan progres kelanjutan kasus Novel.

''Novel kasus membebani polri dan menimbulkan prasangka terlalu jauh bagi Polri. Saya harap ada progres yang bisa diupdate terus-menerus,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww