Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
MPR RI
20 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
2
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
DPR RI
20 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
MPR RI
20 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
DPD RI
19 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
5
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
DPD RI
19 jam yang lalu
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
6
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan

Yakin Kapolri Tahu Penyerang Novel, Benny Harman: Tinggal Kemauan Menangkapnya

Yakin Kapolri Tahu Penyerang Novel, Benny Harman: Tinggal Kemauan Menangkapnya
Anggota Komisi III Benny K Herman. (int)
Kamis, 21 November 2019 11:48 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III Benny Kabur Harman yakin Kapolri Jenderal Idham Azis mengetahui pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Dikatakan Benny, yang diperlukan sekarang hanya kemauan dari Kapolri untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior lembaga antirasuah tersebut.

''Saya tahu pasti Pak Kapolri tahu lah siapa pelakunya, tinggal ada kemauan tidak untuk ya menangkapnya,'' katanya dalam rapat kerja dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Rabu (20/11/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Benny membandingkan dengan penangkapan para tersangka kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang terjadi belum lama ini. Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.

''Kalau tersangka bom yang di Medan cepat sekali terungkap, mengapa kasus Novel Baswedan belum juga, mengapa lama sekali?" katanya.

Politikus Demokrat itu meminta Kapolri yang baru, bersungguh-sungguh mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel tersebut.

''Takutnya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Joko Widodo nantinya. Oeh sebab itu mohon sungguh-sungguh Pak ungkapkan siapa pelakunya,'' tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III lain juga meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberi perhatian lebih soal perkembangan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan.

Anggota Komisi III Arsul Sani berharap Kapolri dapat meberikan progres kelanjutan kasus Novel.

''Novel kasus membebani polri dan menimbulkan prasangka terlalu jauh bagi Polri. Saya harap ada progres yang bisa diupdate terus-menerus,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww