Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
SRP Dilaporkan ke Dewas KPK
Hukum
22 jam yang lalu
SRP Dilaporkan ke Dewas KPK
2
DPR Minta Perusahaan Amankan Karyawannya melalui Vaksinasi Gotong Royong
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Minta Perusahaan Amankan Karyawannya melalui Vaksinasi Gotong Royong
3
Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
Politik
21 jam yang lalu
Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
4
Indonesia Bisa Lakukan Ini untuk Palestina, Menurut Gelora
Internasional
15 jam yang lalu
Indonesia Bisa Lakukan Ini untuk Palestina, Menurut Gelora
5
Sekjen Kemendagri Dikukuhkan jadi Dewan Pengurus Korpri
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Sekjen Kemendagri Dikukuhkan jadi Dewan Pengurus Korpri
6
Politisi PDIP akan Minta MKD Prioritaskan Tangani AS
DPR RI
13 jam yang lalu
Politisi PDIP akan Minta MKD Prioritaskan Tangani AS

Yakin Kapolri Tahu Penyerang Novel, Benny Harman: Tinggal Kemauan Menangkapnya

Yakin Kapolri Tahu Penyerang Novel, Benny Harman: Tinggal Kemauan Menangkapnya
Anggota Komisi III Benny K Herman. (int)
Kamis, 21 November 2019 11:48 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III Benny Kabur Harman yakin Kapolri Jenderal Idham Azis mengetahui pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Dikatakan Benny, yang diperlukan sekarang hanya kemauan dari Kapolri untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior lembaga antirasuah tersebut.

''Saya tahu pasti Pak Kapolri tahu lah siapa pelakunya, tinggal ada kemauan tidak untuk ya menangkapnya,'' katanya dalam rapat kerja dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Rabu (20/11/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Benny membandingkan dengan penangkapan para tersangka kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang terjadi belum lama ini. Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.

''Kalau tersangka bom yang di Medan cepat sekali terungkap, mengapa kasus Novel Baswedan belum juga, mengapa lama sekali?" katanya.

Politikus Demokrat itu meminta Kapolri yang baru, bersungguh-sungguh mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel tersebut.

''Takutnya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Joko Widodo nantinya. Oeh sebab itu mohon sungguh-sungguh Pak ungkapkan siapa pelakunya,'' tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III lain juga meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberi perhatian lebih soal perkembangan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan.

Anggota Komisi III Arsul Sani berharap Kapolri dapat meberikan progres kelanjutan kasus Novel.

''Novel kasus membebani polri dan menimbulkan prasangka terlalu jauh bagi Polri. Saya harap ada progres yang bisa diupdate terus-menerus,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww