Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Peristiwa
19 jam yang lalu
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
2
Ramal 2021 Jokowi Tumbang, Mbak You Bakal Dipolisikan
Politik
18 jam yang lalu
Ramal 2021 Jokowi Tumbang, Mbak You Bakal Dipolisikan
3
Kemendagri Berduka, Dua mantan Pejabat Tingginya Tutup Usia
Umum
22 jam yang lalu
Kemendagri Berduka, Dua mantan Pejabat Tingginya Tutup Usia
4
DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Bencana
DPR RI
18 jam yang lalu
DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Bencana
5
Polisi: Pesta yang Dihadiri Raffi hingga Ahok Tak Berizin
Politik
21 jam yang lalu
Polisi: Pesta yang Dihadiri Raffi hingga Ahok Tak Berizin
6
Menkes Ungkap Rencana Penerbitan Sertifikat Digital Vaksinasi sebagai Pengganti Dokumen PCR
Kesehatan
23 jam yang lalu
Menkes Ungkap Rencana Penerbitan Sertifikat Digital Vaksinasi sebagai Pengganti Dokumen PCR

Dideportasi Malaysia, 53 TKI Tiba di Pelabuhan Dumai, 1 Lagi Hamil 4 Bulan


Rabu, 04 Desember 2019 11:39 WIB
DUMAI - Sebanyak 53 tenaga kerja Indonesia (TKI) tiba di Pelabuhan Dumai, Riau, Selasa (3/12/2019). Mereka dideportasi pemerintah Malaysia karena masuk secara ilegal ke negara tersebut.

Dikutip dari inews.id, salah seorang dari TKI yang dipulangkan Malaysia tersebut dalam kondisi hamil empat bulan.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Dumai, Humisar Saktipan Viktor Siregar mengatakan, para TKI tersebut mayoritas berasal dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Malaysia mendeportasi mereka menggunakan kapal feri dari rumah detensi imigrasi Depot Lenggeng, Negeri Sembilan, Malaysia.

''Yang dideportasi kebanyakan dari mereka pekerja yang bermasalah, atau dalam istilah pemerintah kita, pekerja migran Indonesia yang bermasalah. Mereka sudah jalani hukuman penjara, atau naik ke mahkamah, istilah di Malaysia,'' kata Humisar, Rabu (4/12/2019).

Humisar juga menjelaskan, 53 TKI tersebut terdiri dari 11 orang perempuan dan sisanya pria. Dua di antaranya pasangan suami isteri bernama Budi dan Cung Bui Tin, asal Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Cung Bui Tin dalam kondisi hamil saat dideportasi. ''Satu orang dalam posisi hamil empat bulan,'' kata Humisar.

Para TKI tersebut menjalani deportasi swadaya atas kemauan dan biaya sendiri maupun dari pihak keluarga pekerja di Indonesia. Setelah para TKI tiba, mereka langsung dikumpulkan di kantor P4TKI Dumai untuk menjalani pemeriksaan.

''Mereka sudah jalani hukuman penjara, dikembalikan ke Depot Imigrasi Lengging dan mereka yang memiliki biaya baru bisa dipulangkan ke Indonesia. Sebenarnya ada dua jalur, yakni dengan feri debarkasi ke Pelabuhan Dumai dan ada jalur udara ke Bandara Kualanamu, Sumut, dan Bandara Juanda, Surabaya,'' katanya.

Dia mengatakan para TKI ketika dideportasi tidak membawa harta benda dan paspor. Mereka masuk ke Indonesia menggunakan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

''Informasi dari para TKI, harta benda mereka sewaktu ditangkap rata-rata tidak dikembalikan, baik berupa barang maupun uang,'' kata Humisar.

Salah seorang TKI yang dideportasi, Cung Bui Tin (30), saat dihubungi via telepon mengaku baru lima bulan bekerja di Malaysia. Dia akhirnya ditangkap petugas Imigrasi karena tidak ada izin kerja. Dia dan suaminya bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran di Bukit Jalil, daerah pinggiran Kota Kuala Lumpur, Malaysia. ''Kami baru lima bulan di Malaysia,'' ujarnya.

Perempuan itu mengaku kapok harus berurusan dengan imigrasi Malaysia. Sebab, di sana mereka harus menjalani proses hukuman selama satu bulan, termasuk dua minggu di penjara. Apalagi kondisinya sedang hamil saat dipenjara. Dia tidak ingin kembali lagi ke Malaysia. ''Gak lah. Urus anak saja,'' kata Cung Bui Tin.***

Editor:hasan b
Sumber:puluhan tki ilegal tiba di dumai
Kategori:Ragam
wwwwww