Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
Nasional
17 jam yang lalu
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
2
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
Umum
13 jam yang lalu
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
3
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
Nasional
17 jam yang lalu
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
4
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
5
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
6
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat
Olahraga
13 jam yang lalu
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat

Mengharukan, Pemuda Palestina Akhirnya Bisa Memeluk Ibunya Setelah 20 Tahun Tak Bertemu

Mengharukan, Pemuda Palestina Akhirnya Bisa Memeluk Ibunya Setelah 20 Tahun Tak Bertemu
Amjad Yaghi memeluk ibunya setelah 20 tahun tak bertemu. (twnews.co.uk)
Kamis, 05 Desember 2019 12:26 WIB
KAIRO - Amjad Yaghi berpisah dengan ibunya, Nevine Zouheir, sejak 20 tahun lalu. Ketika itu, tahun 1999, Yaghi baru berusia 9 tahun.

KAIRO Amjad Yaghi berpisah dengan ibunya, Nevine Zouheir, sejak 20 tahun lalu. Ketika itu, tahun 1999, Yaghi baru berusia 9 tahun.

Dikutip dari republika.co.id, sang ibu harus meninggalkan Jalur Gaza, Palestina, pergi ke Mesir untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah berpisah selama 20 tahun, mereka akhirnya bertemu kembali. Peristiwa Mengharukan itu terjadi di Kairo, Mesir, pekan ini.

Setelah kepergiannya dari Gaza pada 1999, Nevine Zouheir, tidak dapat kembali ke Gaza. Sakit tulang belakang yang dideritanya, mengharuskannya menjalankan operasi.

Meski telah berupaya 14 kali untuk melihat sang bunda, Yaghi yang kini bekerja sebagai jurnalis itu, tidak bisa keluar dari Gaza karena kelompok Hamas mengambil kendali wilayah tersebut pada 2007. Di samping itu, Israel dan Mesir memberlakukan blokade yang mencakup pembatasan perjalanan.

Kesempatan Yaghi untuk berjumpa dengan ibunya pernah terbuka ketika ia diundang untuk menghadiri konferensi di luar negeri. Namun, ia menerima izin perjalanan setelah acara tersebut selesai.

Yaghi pun dianggap tak memiliki alasan yang tepat untuk menyeberangi perbatasan. Penantiannya berakhir begitu diberikan visa untuk memasuki Mesir melalui Yordania. Dia pun beranjak menuju apartemen ibunya di Kota Nile Delta, Benha pada Senin.

Saat sang ibu melihatnya dari balkon, ia pun meneriakkan nama putranya itu. Zouheir bergegas turun untuk memeluk anaknya dan mereka saling berpelukan erat melepas kerinduan.

''Begitu sulit, mengetahui kamu bisa meninggal tanpa mewujudkan impianmu, tanpa melihat keluargamu, yakni ibumu,'' kata Yaghi, yang mengalami luka akibat konflik bersenjata dengan Israel pada 2009.

''Di setiap situasi, kamu membutuhkan seorang ibu. Memang, saya berusia 29 tahun. Tetapi saya membutuhkan ibu di samping saya,'' katanya.

''Saya memiliki saudara yang semuanya hebat, tetapi seorang ibu penting di sebuah negara yang hidup di bawah pendudukan.''

Terkait masalah keamanan, Israel menjaga ketat kontrol terhadap pergerakan warga Palestina di dalam dan di luar Jalur Gaza, yang dirampas oleh Israel dalam Perang Timur Tengah 1967.

Mesir hanya sesekali membuka perbatasan di kota Rafah untuk memperbolehkan orang-orang tertentu melintas, seperti pemegang paspor asing, pelajar dan mereka yang membutuhkan perawatan medis. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
GoNews Mengharukan, Bocah Perempuan 3 Tahun Ditemukan Selamat dalam Pelukan Ayahnya yang Tewas di Bawah Reruntuhan Bangunan
GoNews Lagi, Tim Pengabdi FPP UNP Lakukan Program Pengembangan Nagari Binaan di Kawasan Agrowisata Payo Solok
GoNews Isteri Petani di Kapelgam Pessel Ini Dilatih Mengolah Semangka Afkir Menjadi Aneka Produk Olahan Makanan
GoNews Ciptakan Peluang Kerja, Remaja Putri Beserta Ibu-ibu di Maninjau Ini Diberikan Pelatihan Tata Rias dan Mahendi
GoNews Sehat Belum Tentu Bugar, Begini Perbedaannya
GoNews Antisipasi COVID – 19, Smartfren Antisipasi Kenaikan Trafik Data
GoNews 789.381 Guru Honorer Tak Bisa Digaji Gunakan Dana BOS, PGRI Minta Mendikbud Revisi Juknis
GoNews Hasil Survei Indo Barometer, Prabowo dan Anies Baswedan Capres Terkuat pada Pilpres 2024
GoNews Korban Tewas Akibat Virus Corona Jadi 6 Orang, Iran Tutup Sekolah dan Kampus
GoNews Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar
GoNews Seluruh Siswi SMPN 1 Turi yang Hilang Ditemukan, Korban Tewas Jadi 10 Orang
GoNews Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara
GoNews Virus Corona Kembali Renggut Jiwa di Korsel, Terinfeksi 346 Orang, Terbanyak di Luar China
GoNews Jenazah Siswi SMPN 1 Turi Korban Hanyut Sempat Tertukar dan Dimakamkan, Dibongkar Lagi Setelah Ketahuan
GoNews Gigih Bongkar Korupsi, PNS Jujur Ini 53 Kali Dipindahtugaskan dalam 26 Tahun
GoNews Catat Tanggal dan Jamnya, 23 Februari-3 April Terjadi Hari Tanpa Bayangan di 34 Provinsi di Indonesia
GoNews Ratusan Pelajar SMPN 1 Turi Hanyut, 4 Siswi Meninggal Dunia
GoNews Susur Sungai Saat Kegiatan Pramuka, Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Hanyut
wwwwww