Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
MPR RI
10 jam yang lalu
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
2
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
3
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
Nasional
18 jam yang lalu
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
4
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
Politik
11 jam yang lalu
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
5
Pengelolaan Dana Otsus Lemah, Pemerintah Usulkan Revisi UU Otsus Papua
Nasional
11 jam yang lalu
Pengelolaan Dana Otsus Lemah, Pemerintah Usulkan Revisi UU Otsus Papua
6
Diresmikan Jokowi, Jarak Tempuh Bakauheni-Palembang Hanya 3,5 Jam Lewat Jalan Tol Kayu Agung
Ekonomi
9 jam yang lalu
Diresmikan Jokowi, Jarak Tempuh Bakauheni-Palembang Hanya 3,5 Jam Lewat Jalan Tol Kayu Agung

Harimau Sumatera Kembali Terkam Petani Kopi, Jasad Korban Ditemukan Berserakan

Harimau Sumatera Kembali Terkam Petani Kopi, Jasad Korban Ditemukan Berserakan
Harimau sumatera. (int)
Senin, 23 Desember 2019 07:57 WIB
PALEMBANG - Suwadi (57), Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat, Sumatera Selatan, diterkam harimau sumatera hingga tewas.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya saat mengantar beras ke kebun kopi tak jauh dari kampungnya, Ahad (22/12). Jasad korban tak lagi utuh dan sudah terpotong-potong serta terpisah di tempat berbeda, beberapa organ hilang.

Selama sepekan terakhir, korban menginap sendirian di kebun. Sambil memanen kopi, dia juga menunggu buah durian runtuh. Diduga saat itulah terjadi serangan harimau yang membuatnya tewas.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat, Martialis Puspito membenarkan kejadian itu. Dugaan sementara, korban tewas karena diterkam harimau.

''Informasi yang kami dapat seperti itu,'' ungkap Martialis.

Dikatakannya, petugas BKSDA tengah menuju rumah sakit tempat korban dievakuasi. Pihaknya mencari keterangan saksi-saksi agar dapat memastikan penyebabnya akibat hewan buas dilindungi itu.

''Kita telusuri saksi-saksi yang bisa diminta keterangan posisi TKP,'' ujarnya.

Kejadian ini menambah daftar serangan harimau sumatera terhadap manusia di seputaran Gunung Dempo. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, total ada enam peristiwa, empat diantaranya tewas. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww