Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
Hukum
19 jam yang lalu
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
2
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui 'Resolusi Jihad' Melawan Pandemi
DPR RI
20 jam yang lalu
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui Resolusi Jihad Melawan Pandemi
3
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
Hukum
20 jam yang lalu
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
4
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Kesehatan
19 jam yang lalu
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
5
Tolak Konspirasi Keberadaan Covid-19, Imam Istiqlal Sebut Alquran
Kesehatan
19 jam yang lalu
Tolak Konspirasi Keberadaan Covid-19, Imam Istiqlal Sebut Alquran
6
Dukcapil Imbau Warga yang Pindah Tempat Tinggal segera Urus Dokumen Kependudukan
Umum
17 jam yang lalu
Dukcapil Imbau Warga yang Pindah Tempat Tinggal segera Urus Dokumen Kependudukan

Harimau Sumatera Kembali Terkam Petani Kopi, Jasad Korban Ditemukan Berserakan

Harimau Sumatera Kembali Terkam Petani Kopi, Jasad Korban Ditemukan Berserakan
Harimau sumatera. (int)
Senin, 23 Desember 2019 07:57 WIB
PALEMBANG - Suwadi (57), Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat, Sumatera Selatan, diterkam harimau sumatera hingga tewas.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya saat mengantar beras ke kebun kopi tak jauh dari kampungnya, Ahad (22/12). Jasad korban tak lagi utuh dan sudah terpotong-potong serta terpisah di tempat berbeda, beberapa organ hilang.

Selama sepekan terakhir, korban menginap sendirian di kebun. Sambil memanen kopi, dia juga menunggu buah durian runtuh. Diduga saat itulah terjadi serangan harimau yang membuatnya tewas.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat, Martialis Puspito membenarkan kejadian itu. Dugaan sementara, korban tewas karena diterkam harimau.

''Informasi yang kami dapat seperti itu,'' ungkap Martialis.

Dikatakannya, petugas BKSDA tengah menuju rumah sakit tempat korban dievakuasi. Pihaknya mencari keterangan saksi-saksi agar dapat memastikan penyebabnya akibat hewan buas dilindungi itu.

''Kita telusuri saksi-saksi yang bisa diminta keterangan posisi TKP,'' ujarnya.

Kejadian ini menambah daftar serangan harimau sumatera terhadap manusia di seputaran Gunung Dempo. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, total ada enam peristiwa, empat diantaranya tewas. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww