Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026

Ibu Mertua Sekda Ditemukan Tewas Berlumur Darah

Ibu Mertua Sekda Ditemukan Tewas Berlumur Darah
Ibu mertua Sekda Lamongan ditemukan tewas berlumuran darah di kediamannya. (okezone.com)
Sabtu, 04 Januari 2020 15:04 WIB
LAMONGAN - Rowaini (68), yang merupakan ibu mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Effendi, ditemukan tewas berlumuran darah, Jumat (3/1/2020) malam.

Dikutip dari okezone.com, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, korban ditemukan tewas di rumahnya di Dusun Dukuhan Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

''Benar, yang menemukan keluarga korban pada Jumat malam masih mengenakan mukena. Kami juga menemukan sejumlah luka di tangan dan leher korban setelah identifikasi,'' ungkap Wahyu Norman saat dikonfirmasi, Sabtu (4/1/2020).

Pihaknya menduga kuat korban meninggal dunia akibat pencurian dengan kekerasan (curas) lantaran adanya informasi barang yang hilang dari kediamannya.

''Dugaan kuat mengarah ke curas (pencurian dengan kekerasan). Masih kami dalami apa saja yang hilang, ini masih dihitung dengan pihak keluarga,'' ucapnya.

Namun, saat dimintai keterangan mengenai pelaku dan motifnya, pihaknya masih belum berani membeberkan keterangan lebih lanjutnya. Dirinya hanya menduga pelaku beraksi seorang diri dan telah mengenal lingkungan sekitar korban. ***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww