Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
Olahraga
18 jam yang lalu
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
2
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: 'Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman'
Umum
15 jam yang lalu
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman
3
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
Peristiwa
17 jam yang lalu
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
4
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya 'Penyembah Galon'
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya Penyembah Galon
5
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
Umum
18 jam yang lalu
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
6
Ramadan, Jubir Vaksinasi Kemenkes Pastikan Vaksinasi Dilanjutkan
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Ramadan, Jubir Vaksinasi Kemenkes Pastikan Vaksinasi Dilanjutkan

Harimau Teror Mahasiswa di Kampus Unsri, Ada yang Lihat dan Dengar Aumannya, Sudah Hampir Sepekan

Harimau Teror Mahasiswa di Kampus Unsri, Ada yang Lihat dan Dengar Aumannya, Sudah Hampir Sepekan
Harimau sumatera. (int)
Kamis, 09 Januari 2020 13:13 WIB
PALEMBANG - Mahasiswa Universitas Sriwijaya yang tengah melakukan riset di area kebun riset dalam Kompleks Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), ketakutan akibat mendengar auman harimau.

Dikutip dari merdeka.com, teror penampakan dan auman si raja hutan tersebut sudah berlangsung selama enam hari atau hampir sepekan.

Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M Umar Harun membenarkan adanya laporan mahasiswa dan penyadap yang mengaku telah melihat satwa serupa harimau pada dua hari berbeda.

''Ini dua versi, ada yang bilang macan tapi ada juga mengatakan harimau,'' ujarnya dilansir Antara, Kamis (9/1).

Menurut dia, laporan kemunculan dugaan harimau pertama kali diterimanya pada Sabtu (4/1), saat seorang mahasiswa tengah melaksanakan riset di kebun kelapa sawit. Mahasiswa tersebut mengaku mendengar suara auman, namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan.

Laporan kedua diterima pada Selasa (7/1), saat seorang penyadap mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang. Lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama. Namum si penyadap melihatnya dari jarak cukup jauh dan menjelang maghrib, sehingga tidak terlalu jelas.

''Kami juga sudah ke lokasi dan melihat ada jejak-jejak, tapi kami belum tahu apa itu jejak macan atau harimau karena kami bukan ahlinya,'' tambah Umar Harun.

Terkait laporan tersebut, dia sudah mengimbau seluruh civitas akademika untuk menghentikan sementara aktivitas riset di area perkebunan Unsri. Pihaknya juga telah melapor ke BKSDA untuk meminta bantuan pengecekan.

Area kebun riset kampus Unsri Indralaya, kata dia, memiliki luas 200 hektare yang didominasi semak belukar. 30 hektare di antaranya merupakan kebun sawit aktif dan 15 hektare kebun karet.

Kebun tersebut berbatasan dengan kebun warga yang dibatasi tembok beton setinggi dua meter dan membentang puluhan kilometer tersambung dengan seluruh tembok pagar Kampus Unsri Indralaya.

''Setahu kami di dalam perkebunan itu memang masih banyak babi, tapi untuk predator semacam harimau atau macam kami belum pernah lihat,'' ungkap Umar.

Sebelum adanya laporan dari Unsri, sempat juga beredar informasi jika harimau terlihat oleh warga di perkebunan Desa Sri Kembang Badar, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis (2/1).

Sementara Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan telah menerima laporan terkait kemunculan satwa diduga harimau tersebut. Namun pihaknya akan mengecek guna memastikan kebenarannya.

''Yang pasti selama ini kami tidak punya data keberadaan harimau di lokasi tersebut (Ogan Ilir), dan juga lokasi dengan kantong harimau terdekat jaraknya mencapai 90 kilometer,'' ujar Genman.

Tutupan lahan di antara kantong habitat dan Unsri cenderung sangat kecil. Sehingga secara ilmiah kecil juga kemungkinan ada harimau di lokasi tersebut. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww