Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
14 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
15 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
15 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Gus Jazil Apresiasi Kebijakan Kemenag dalam Penanggulangan Covid-19 di Madrasah
Politik
17 jam yang lalu
Gus Jazil Apresiasi Kebijakan Kemenag dalam Penanggulangan Covid-19 di Madrasah

Harimau Teror Mahasiswa di Kampus Unsri, Ada yang Lihat dan Dengar Aumannya, Sudah Hampir Sepekan

Harimau Teror Mahasiswa di Kampus Unsri, Ada yang Lihat dan Dengar Aumannya, Sudah Hampir Sepekan
Harimau sumatera. (int)
Kamis, 09 Januari 2020 13:13 WIB
PALEMBANG - Mahasiswa Universitas Sriwijaya yang tengah melakukan riset di area kebun riset dalam Kompleks Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), ketakutan akibat mendengar auman harimau.

Dikutip dari merdeka.com, teror penampakan dan auman si raja hutan tersebut sudah berlangsung selama enam hari atau hampir sepekan.

Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M Umar Harun membenarkan adanya laporan mahasiswa dan penyadap yang mengaku telah melihat satwa serupa harimau pada dua hari berbeda.

''Ini dua versi, ada yang bilang macan tapi ada juga mengatakan harimau,'' ujarnya dilansir Antara, Kamis (9/1).

Menurut dia, laporan kemunculan dugaan harimau pertama kali diterimanya pada Sabtu (4/1), saat seorang mahasiswa tengah melaksanakan riset di kebun kelapa sawit. Mahasiswa tersebut mengaku mendengar suara auman, namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan.

Laporan kedua diterima pada Selasa (7/1), saat seorang penyadap mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang. Lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama. Namum si penyadap melihatnya dari jarak cukup jauh dan menjelang maghrib, sehingga tidak terlalu jelas.

''Kami juga sudah ke lokasi dan melihat ada jejak-jejak, tapi kami belum tahu apa itu jejak macan atau harimau karena kami bukan ahlinya,'' tambah Umar Harun.

Terkait laporan tersebut, dia sudah mengimbau seluruh civitas akademika untuk menghentikan sementara aktivitas riset di area perkebunan Unsri. Pihaknya juga telah melapor ke BKSDA untuk meminta bantuan pengecekan.

Area kebun riset kampus Unsri Indralaya, kata dia, memiliki luas 200 hektare yang didominasi semak belukar. 30 hektare di antaranya merupakan kebun sawit aktif dan 15 hektare kebun karet.

Kebun tersebut berbatasan dengan kebun warga yang dibatasi tembok beton setinggi dua meter dan membentang puluhan kilometer tersambung dengan seluruh tembok pagar Kampus Unsri Indralaya.

''Setahu kami di dalam perkebunan itu memang masih banyak babi, tapi untuk predator semacam harimau atau macam kami belum pernah lihat,'' ungkap Umar.

Sebelum adanya laporan dari Unsri, sempat juga beredar informasi jika harimau terlihat oleh warga di perkebunan Desa Sri Kembang Badar, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis (2/1).

Sementara Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan telah menerima laporan terkait kemunculan satwa diduga harimau tersebut. Namun pihaknya akan mengecek guna memastikan kebenarannya.

''Yang pasti selama ini kami tidak punya data keberadaan harimau di lokasi tersebut (Ogan Ilir), dan juga lokasi dengan kantong harimau terdekat jaraknya mencapai 90 kilometer,'' ujar Genman.

Tutupan lahan di antara kantong habitat dan Unsri cenderung sangat kecil. Sehingga secara ilmiah kecil juga kemungkinan ada harimau di lokasi tersebut. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww