Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
Hukum
21 jam yang lalu
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
2
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Kesehatan
13 jam yang lalu
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
3
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
4
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
Kesehatan
13 jam yang lalu
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
5
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
Nasional
11 jam yang lalu
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
6
Populasi Muslim di 3 Negara Ini Akan Kalahkan Indonesia
Umum
15 jam yang lalu
Populasi Muslim di 3 Negara Ini Akan Kalahkan Indonesia

Harimau Teror Mahasiswa di Kampus Unsri, Ada yang Lihat dan Dengar Aumannya, Sudah Hampir Sepekan

Harimau Teror Mahasiswa di Kampus Unsri, Ada yang Lihat dan Dengar Aumannya, Sudah Hampir Sepekan
Harimau sumatera. (int)
Kamis, 09 Januari 2020 13:13 WIB
PALEMBANG - Mahasiswa Universitas Sriwijaya yang tengah melakukan riset di area kebun riset dalam Kompleks Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), ketakutan akibat mendengar auman harimau.

Dikutip dari merdeka.com, teror penampakan dan auman si raja hutan tersebut sudah berlangsung selama enam hari atau hampir sepekan.

Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M Umar Harun membenarkan adanya laporan mahasiswa dan penyadap yang mengaku telah melihat satwa serupa harimau pada dua hari berbeda.

''Ini dua versi, ada yang bilang macan tapi ada juga mengatakan harimau,'' ujarnya dilansir Antara, Kamis (9/1).

Menurut dia, laporan kemunculan dugaan harimau pertama kali diterimanya pada Sabtu (4/1), saat seorang mahasiswa tengah melaksanakan riset di kebun kelapa sawit. Mahasiswa tersebut mengaku mendengar suara auman, namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan.

Laporan kedua diterima pada Selasa (7/1), saat seorang penyadap mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang. Lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama. Namum si penyadap melihatnya dari jarak cukup jauh dan menjelang maghrib, sehingga tidak terlalu jelas.

''Kami juga sudah ke lokasi dan melihat ada jejak-jejak, tapi kami belum tahu apa itu jejak macan atau harimau karena kami bukan ahlinya,'' tambah Umar Harun.

Terkait laporan tersebut, dia sudah mengimbau seluruh civitas akademika untuk menghentikan sementara aktivitas riset di area perkebunan Unsri. Pihaknya juga telah melapor ke BKSDA untuk meminta bantuan pengecekan.

Area kebun riset kampus Unsri Indralaya, kata dia, memiliki luas 200 hektare yang didominasi semak belukar. 30 hektare di antaranya merupakan kebun sawit aktif dan 15 hektare kebun karet.

Kebun tersebut berbatasan dengan kebun warga yang dibatasi tembok beton setinggi dua meter dan membentang puluhan kilometer tersambung dengan seluruh tembok pagar Kampus Unsri Indralaya.

''Setahu kami di dalam perkebunan itu memang masih banyak babi, tapi untuk predator semacam harimau atau macam kami belum pernah lihat,'' ungkap Umar.

Sebelum adanya laporan dari Unsri, sempat juga beredar informasi jika harimau terlihat oleh warga di perkebunan Desa Sri Kembang Badar, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis (2/1).

Sementara Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan telah menerima laporan terkait kemunculan satwa diduga harimau tersebut. Namun pihaknya akan mengecek guna memastikan kebenarannya.

''Yang pasti selama ini kami tidak punya data keberadaan harimau di lokasi tersebut (Ogan Ilir), dan juga lokasi dengan kantong harimau terdekat jaraknya mencapai 90 kilometer,'' ujar Genman.

Tutupan lahan di antara kantong habitat dan Unsri cenderung sangat kecil. Sehingga secara ilmiah kecil juga kemungkinan ada harimau di lokasi tersebut. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww