Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sosialisasikan Edaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Mudahkan Investasi di Daerah
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Sosialisasikan Edaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Mudahkan Investasi di Daerah
2
Cakapolri Sigit Usung Program Presisi
Nasional
21 jam yang lalu
Cakapolri Sigit Usung Program Presisi
3
Dampingi Sigit Listyo, Ini Profil Ferdy Sambo Jenderal Bintang Dua Termuda di Polri
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Dampingi Sigit Listyo, Ini Profil Ferdy Sambo Jenderal Bintang Dua Termuda di Polri
4
Ade Gunawan jabat Ketua Karang Taruna Kecamatan Kulim Pertama
Umum
8 jam yang lalu
Ade Gunawan jabat Ketua Karang Taruna Kecamatan Kulim Pertama
5
Jika Sudah Dilantik jadi Kapolri, Gus Jazil Minta Listyo Sigit Rangkul Pesantren
Politik
19 jam yang lalu
Jika Sudah Dilantik jadi Kapolri, Gus Jazil Minta Listyo Sigit Rangkul Pesantren
6
Ditanya PKS soal Insiden KM 50, Calon Kapolri Sigit Jawab Begini
DPR RI
19 jam yang lalu
Ditanya PKS soal Insiden KM 50, Calon Kapolri Sigit Jawab Begini

Militer Filipina Berhasil Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Militer Filipina Berhasil Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf
Ilustrasi kelompok Abu Sayyaf. (tempo.co)
Kamis, 16 Januari 2020 13:15 WIB
MANILA - Militer Filipina berhasil membebaskan Muhammad Farhan, warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan.

Dikutip dari sindonews.com, militer Filipina menyelamatkan Muhammad Farhan di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu, pada Rabu (15/1/2020), pukul 18.45 waktu setempat.

''Farhan telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Westmincom, Zamboanga dan dinyatakan sehat. Selanjutnya Farhan akan diserahterimakan dari otoritas Filipina kepada KBRI Manila dan dipulangkan ke Indonesia,'' kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam rilis yang diterima Sindonews, Kamis (16/1/2020).

Farhan merupakan salah satu dari tiga WNI yang diculik di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada 23 September 2019 yang lalu. Dua sandera lainnya, yaitu Maharudin dan Samiun telah dibebaskan pada tanggal 22 Desember 2019 dan diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada keluarga pada 26 Desember 2019.

''Dengan bebasnya Farhan maka saat ini seluruh WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf telah berhasil dibebaskan,'' kata Kemlu.

''Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik dari Pemerintah Filipina, termasuk Divisi 11 AFP di Sulu, dalam upaya pembebasan para sandera WNI,'' demikian pernyataan dari Kemlu.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww