Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
16 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
16 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
15 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
12 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
5
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
19 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
6
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
6 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah

Demi Asuransi Rp15 Miliar, Pastor di Australia Bantu Istrinya Bunuh Diri

Demi Asuransi Rp15 Miliar, Pastor di Australia Bantu Istrinya Bunuh Diri
Graham Morant (kiri) dan Jenifer Morant. (abcnet.au)
Jum'at, 02 November 2018 22:39 WIB
QUEENSLAND - Graham Morant, seorang pastor di Australia divonis hakim bersalah dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Dikutip dari okezone.com yang melansir BBC, Graham Morant dinyatakan bersalah telah menyarankan dan membantu istrinya Jennifer Morant melakukan bunuh diri pada 2014. Pastor berusia 69 tahun itu diyakini sebagai orang pertama di dunia yang dinyatakan bersalah karena menyarankan bunuh diri.

Hakim Peter Davis memutuskan bahwa Morant terdorong oleh pembayaran uang asuransi jiwa istrinya yang mencapai 1,4 juta dolar Australia (sekira Rp15 miliar). Dia adalah pewaris tunggal dari asuransi tersebut.

Istri Morant yang menderita sakit punggung yang kronis, depresi dan kegelisahan ditemukan tewas di dalam mobilnya dengan generator bensin dan tulisan “tolong jangan menyadarkan saya''di sisinya. Juri di informasikan bahwa Morant mengantar istrinya ke toko perangkat keras untuk membeli generator sebelum beberapa saat sebelum insiden itu terjadi.

Berdasarkan keterangan jaksa, Morant mengatakan kepada istrinya bahwa dia akan menggunakan uang pembayaran asuransi untuk membangun sebuah komunitas keagamaan di pedalaman Gold Coast.

''Anda mengambil keuntungan dari kerentanannya sebagai wanita yang sakit dan depresi,'' kata Hakim Davis dari Mahkamah Agung Queensland sebagaimana dilaporkan ABC, Jumat (2/11/2018).

Morant menerima hukuman penjara 10 tahun maksimum atas tuduhan konseling bunuh diri dan hukuman enam tahun karena membantu bunuh diri. Kedua vonis itu akan dijalankan secara bersamaan. Dia baru akan memenuhi syarat untuk mengajukan pembebasan bersyarat pada 23 Oktober 2023.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam

wwwwww