Luar Biasa, Bocah Pedagang Asongan Ini Bisa Berbicara dalam 10 Bahasa Asing

Luar Biasa, Bocah Pedagang Asongan Ini Bisa Berbicara dalam 10 Bahasa Asing
Khmer, bocah usia 10 tahun yang bisa bicara dalam sepuluh bahasa asing. (okzoe.com)
Jum'at, 16 November 2018 14:45 WIB
JAKARTA - Kemampuan Khmer menguasai bahasa asing sungguh luar biasa. Bocah pedagang asongan berusia 10 tahun ini mampu berbicara dalam sepuluh bahasa asing dengan dialek yang tepat.

Dikutip dari okezone.com, kemampuan 'ajaib' yang dimiliki bocah asal Kamboja ini membuatnya mendadak populer setelah aksinya dalam sebuah video dibagikan di media sosial.

Pengguna media sosial, Facebook, Venus Gwc memposting klip pendek yang memperlihatkan kemampuan Khmer. Dalam klip tersebut ia memamerkan bakat linguistiknya ketika mencoba menjual suvenir di Kamboja.

Ia mengaku pertama kali bertemu dengan bocah pintar tersebut di kuil Ta Prohm, yang merupakan lokasi pembuatan film Tomb Raider yang terkenal.

''Saya merasa bersyukur bahwa videonya menjadi viral, mungkin menciptakan kesadaran yang lebih besar kepada orang-orang di sana, anak-anak masih berjuang untuk menjalani kehidupan mereka setiap hari,'' tulis Venus Gwc dalam postingannya, sebagaimana dilansir Next shark, Kamis (15/11/2018).

Dalam video itu, bocah pintar ini terkihat bertelanjang kaki. Pertama-tama Khmer berbicara dengan seorang turis wanita dalam bahasa Cina saat dia meyakinkannya untuk membeli barang dagangannya. Dia kemudian membuat pernyataan yang berani dan mengatakan bahwa dia dapat berbicara beberapa bahasa lain.

Dengan wanita yang menghasutnya, bocah itu mulai memamerkan keahliannya dengan beralih ke bahasa yang berbeda selama percakapan. Khmer dengan mudah berbicara dalam bahasa Mandarin, Kanton, Jepang, Korea, Spanyol, Perancis, Jerman, Thailand, Melayu, dan Filipina.

Turis itu akhirnya diyakinkan untuk membeli souvenir anak itu setelah ia mengeluarkan sebuah lagu Cina populer yang disebut "We are Different." Bicah itu mengaku, dia bisa menguasai berbagai bahasa dengan belajar dari turis.

Sementara ribuan netizen telah menghujani bocah itu dengan pujian, namun beberapa orang lainnya menyatakan keprihatinan atas kesejahteraan anak-anak yang dipaksa bekerja pada usia dini.

''Minat bukan faktor utama yang mendorong seseorang untuk mengambil bahasa. itu didorong oleh tekanan untuk bertahan hidup,'' tutur seorang pengguna Weibo

''Saya merasa agak miris karena saya sudah diberitahu untuk tidak mendukung mereka menjual souvenir. Itu membuat mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena sepertinya semakin banyak pilihan uang dalam jangka pendek. Tapi itu hanya membuat saya bertanya-tanya mengapa ini tidak pernah disebutkan ketika video itu menjadi viral,'' komentar seorang netizen yang prihatin dengan kejadian itu. ***

Editor:hasan b
Sumber:okzone.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww