Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
19 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
19 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
18 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
18 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
18 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
19 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Ahsan/Hendra Juara All England Keduakalinya

Ahsan/Hendra Juara All England Keduakalinya
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjuarai All England 2019. (kumparan.com)
Senin, 11 Maret 2019 07:08 WIB
BIRMINGHAM - Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menyabet juara All England 2019, setelah mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final, yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Ahad (10/3/2019) malam WIB.

Dikutip dari kumparan.com, ini merupakan gelar kedua bagi Ahsan/Hendra di All England, setelah sebelumnya sukses meraih juara pada 2014. Sekaligus mempertahankan tren juara ganda putra Indonesia seusai catatan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya dalam dua edisi sebelumnya.

Kalah di Gim Pertama

Kedua pasangan memulai gim pertama dengan persaingan ketat. Sempat tercipta skor imbang 4-4 dan 6-6. Setelah itu, Ahsan/Hendra kerap mengendalikan permainan reli, tetapi kehilangan poin gara-gara pukulan yang kerap keluar. Alhasil, Chia/Soh meraup lima poin beruntun untuk menutup interval dengan skor 11-6.

Momentum keunggulan tersebut terus dijaga Chia/Soh. Mereka bahkan meningkatkan tempo permainan sehingga memaksakan sejumlah kesalahan dari Ahsan/Hendra. Jarak melebar dari 16-9 sampai 19-11. Setelah mencatatkan game point lewat pukulan Indonesia yang membentur net, Chia/Soh menambah satu poin lagi demi mengunci kemenangan di gim pertama.

Bagi Ahsan/Hendra, inilah kali pertama mereka kehilangan gim di All England 2019. Ya, mereka selalu membukukan kemenangan secara straight dalam perjalanan menuju final.

Merespons kehilangan gim pertamanya di turnamen, Ahsan/Hendra langsung tancap gas dengan keunggulan 7-0. Chia/Soh sempat memberikan perlawanan dengan memangkas jarak dalam kedudukan 4-7 dan 5-9. Miskomunikasi Ahsan/Hendra dalam situasi reli 33 pukulan turut menambah poin untuk Malaysia. Namun, Ahsan/Hendra kembali fokus dengan merebut dua angka sekaligus menutup interval dengan kedudukan 11-6.

Keunggulan Indonesia terjaga selepas interval lewat kedudukan 14-19 dan 17-14. Di momen ini, grafik Ahsan/Hendra benar-benar melonjak. Tambahan empat angka yang didapatkan dengan memaksakan kesalahan-kesalahan pasangan Malaysia membuat gim kedua menjadi milik The Daddies.

Hendra benar-benar terlihat. Mereka mampu meminimalkan kesalahan, sementara pasangan Malaysia melakukan sejumlah blunder. Tercipta skor 11-8 buat Ahsan/Hendra saat interval.

Tak pernah lepas keunggulan dari tangan mereka selepas interval. Mulai dari 14-10 sampai 17-11. Kemudian, Ahsan/Hendra membukukan empat angka tambahan berbanding satu milik Malaysia demi menutup gim ketiga ini dengan kemenangan plus gelar juara. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww