Pindah Tempat Memilih Masih Bisa Diurus Hingga 10 April, Begini Caranya

Pindah Tempat Memilih Masih Bisa Diurus Hingga 10 April, Begini Caranya
(kumparan.com)
Rabu, 03 April 2019 08:35 WIB
JAKARTA - Bagi Anda yang ingin pindah tempat memilih saat Pileg dan Pilpres 17 April 2019, masih bisa mengurusnya hingga tanggal 10 April.

Dikutip dari kumparan.com, hal ini sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa pemilih yang ingin pindah tempat memilih, bisa mengurus administrasinya hingga H-7 pemungutan suara.

Semula, sesuai UU Pemilu, pindah tempat memilih bisa diurus hingga 30 hari sebelum hari pencoblosan.

''Pindah memilih diperpanjang sampai dengan 10 April 2019,'' ucap Komisioner KPU Viryan Aziz dalam pesan singkat, Selasa (2/4).

Pindah memilih diperuntukkan bagi mereka yang dalam kondisi tertentu, yaitu:

a. menjalankan tugas di tempat lain pada hari pemungutan suara

b. menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi

c. menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan

d. tugas belajar

e. pindah domisili

f. tertimpa bencana alam.

Para pemilih ini disebut dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada sebagai pemilih kategori Daftar Pemilih Pindahan (DPPh).

Surat pindah memilih bisa diurus di KPU kelurahan (Panitia Pemungutan Suara/PPS) atau KPU kabupaten/kota.

Secara teknis, pemilih pindahan harus mendapatkan form pindah memilih (A5) di kelurahan/PPS, dengan menunjukkan bukti identitas atau bukti sudah terdaftar di DPT. Setelah mendapatkan form A5, lalu diserahkan ke PPS tujuan.

Seperti tercantum dalam PKPU, jika tidak dapat diurus di kelurahan/PPS, maka bisa diurus di KPU kabupaten/kota paling lambat H-3.

Sebenarnya, prosedur pindah memilih bisa lebih sederhana, yaitu cukup melapor ke PPS atau KPU kabupaten/kota tujuan selambatnya H-1 sebelum hari pencoblosan. Tidak perlu ke PPS atau KPU kabupaten/kota asal.

KPU telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 187 juta pemilih untuk Pemilu 2019. Sementara untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) masih terus dalam pendataan karena pengurusan pindah memilih masih dapat dilakukan hingga 10 April 2019.

Pemilu serentak akan digelar pada 17 April mendatang, dan pemilih akan menggunakan hak suaranya untuk memilih capres-cawapres, lalu tingkat DPR, DPRD, dan DPD termasuk juga partai politik. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
GoNews Begini Penampakan Pesawat Bermuatan 233 Penumpang yang Mendarat Darurat di Ladang Jagung
GoNews Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
GoNews Gunakan Air Suci Pura Basuh Bokong, Bule Ceko Jalani Hukuman Adat di Ubud, Ini Penampakannya
GoNews Jokowi Ingatkan, Eksekutif dan Legislatif Tak Perlu Studi Banding, Semua Informasi Ada di Smartphone
GoNews Begini Posisi Gadis Remaja Inggris Saat Ditemukan Tim Pendaki Malaysia di Hutan, Seperti Orang Sedang . . . .
GoNews Gadis Remaja Inggris Ditemukan Tanpa Busana di Hutan Malaysia, Ini Penyebab Kematiannya Menurut Hasil Autopsi
GoNews Jokowi Imbau Mal Utamakan Jual Produk-produk Lokal
GoNews Terima Suap Rp1,8 M, 4 Pegawai Kemenkeu Rekayasa Pajak Perusahaan Diler Mobil Mewah
GoNews Waspadai Pencurian Mobil Gunakan Obat Perangsang, Begini Modusnya
wwwwww