Prayut Chan-o-cha Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand

Prayut Chan-o-cha Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand
Prayut Chan-o-cha. (republika.co.id)
Kamis, 06 Juni 2019 22:13 WIB
BANGKOK - Prayut Chan-o-cha terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand, Rabu (5/6/2019).

Dikutip dari republika.co.id, pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara oleh parlemen yang ditunjuk dari sekutu konservatif, bangsawan-kerajaan yang konservatif. Prayut menyingkirkan penantang tunggalnya, miliarder berusia 40 tahun yang karismatik, Thanathorn Juangroongruangkit, yang memimpin blok anti-militer. 

  Prayut mengumpulkan 500 suara, sementara 244 untuk Juangroongruangkit. Kemenangan bagi pensiunan jenderal itu dijamin oleh dukungan dari senat yang beranggotakan 250 orang yang dipilih sendiri. Kekakalahan dukungan terjadi oleh partai-partai sekunder utama ke dalam koalisi yang berafiliasi dengan tentara setelah pembicaraan di belakang.

  Senat ditunjuk oleh pemerintah militer, termasuk sejumlah perwira militer dan loyalis. Pemilihannya melengkapi perjalanan karier bagi Prayut yang berusia 65 tahun dari kepala tentara yang menggulingkan pemerintahan sipil terakhir menjadi perdana menteri.

  Para kritikus mengatakan, Prayut mewakili elite yang sempit dan tidak memiliki visi untuk memerintah sebagai pemimpin sipil. Hal itu terlihat setelah gagal sebagai pemimpin militer untuk menghidupkan kembali ekonomi Thailand, menjembatani ketidaksetaraan yang kejam atau menyembuhkan perpecahan politik.

  Setelah penghitungan suara, Thanathorn yang menantang bersumpah untuk bekerja lebih keras untuk membangun front pro-demokrasi Thailand. ''Diktator tidak bisa menahan angin perubahan selamanya,'' katanya seperti dikutip Channel News Asia, Kamis (6/6).  

Dengan kritik pedasnya terhadap militer dan politik konservatifnya, Thanathorn dipandang sebagai ancaman serius jangka panjang terhadap kemapanan PM terpilih.

Kendati demikian, dia dikepung oleh kasus-kasus pengadilan yang bisa membuatnya dilarang dari politik dan bahkan dipenjara.  Dia bahkan tidak bisa memasuki gedung parlemen pada Rabu karena tuntutan hukum terhadapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Diantar Pacar Tengah Malam dan Ngobrol Hingga Pukul 23.30 WIB, Biduan Ditemukan Tewas Waktu Subuh
GoNews Putrinya Minta Restu Menikah, Ayah Berikan Syarat Harus Bersedia Digauli, Begini Akibatnya
GoNews Pasca Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Seorang Pimpinan Pengajian
GoNews Istri Polisi Hilang 2 Hari, Ditemukan Waka Polres dalam Kamar Hotel bersama Polisi Lain
GoNews Dicabuli Kakek dan Sepupu Sejak SMP, Siswi Kelas II SMA Ini Kini Hamil 6 Bulan
GoNews Bus Sinar Jaya dan Arimbi Tabrakan di Tol Cipali, 7 Penumpang Tewas, Ini Identitas Korban
GoNews Kapolri: Bukan Rahasia Umum, Banyak Kapolres Minta Jatah Proyek, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan
GoNews Militer Israel Bombardir Pemukiman Warga Palestina, 22 Muslim Wafat dan 66 Terluka
GoNews Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
GoNews Menteri Keuangan Terbitkan Aturan Baru Tentang Iuran BPJS Kesehatan
GoNews Kapolsek Cempa Bersimpuh di Hadapan Massa untuk Selamatkan Nyawa Pekerja Tambang
GoNews Ditusuk Suami Berkali-kali, Wanita Hamil Tua ke Rumah Sakit Sendirian dalam Kondisi Berdarah-darah
GoNews Habib Rizieq Perlihatkan Surat Pencekalan, Imigrasi Mengaku Belum Tahu
GoNews Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
GoNews MUI Pusat Dukung Imbauan MUI Jatim Agar Pejabat Jangan Ucapkan Salam Semua Agama, Ini Alasannya
GoNews Memalukan, Anggota Fraksi PSI Lemparkan Dokumen RAPBD ke Lantai Saat Rapat, Mengaku Spontanitas
GoNews MA India Putuskan Umat Hindu Boleh Bangun Kuil di Tempat Berdirinya Masjid Berusia 450 Tahun
GoNews Mengaku Anggota TNI, Kuli Bangunan Berhasil Kuras 3 Janda Luar Dalam
wwwwww