Kemenag Akan Pinjam Dana ke Bank Dunia untuk Madrasah, Ketua PP Muhammadiyah: Siapa yang Bayar Nanti?

Kemenag Akan Pinjam Dana ke Bank Dunia untuk Madrasah, Ketua PP Muhammadiyah: Siapa yang Bayar Nanti?
Yunahar Ilyas. (suaramuhammadiyah)
Jum'at, 21 Juni 2019 07:55 WIB
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI dikabarkan akan meminjam dana ke Bank Dunia untuk meningkatkan kualitas madrasah di Tanah Air.

Menanggapi hal itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yunahar Ilyas mempertanyakan, siapa yang akan membayar dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) dari Bank Dunia itu nantinya.

''Bayarnya bisa apa enggak. Siapa yang bayar nanti. Dari mana Kementerian Agama dapat uang? Kalau untuk pembinaan madrasah pasti habis, uangnya enggak akan ada yang balik,'' kata dia, Kamis (20/6), seperti dikutip dari republika.co.id.

Menurut Yunahar, Kemenag berbeda dengan kementerian lainnya seperti Kementerian PUPR, Perdagangan dan Perindustrian. Penggelontoran dana pinjaman untuk kementerian tersebut bisa menghasilkan profit karena jenis pembangunannya bersifat komersial. Salah satunya jalan tol.

Jangan sampai, lanjut Yunahar, pengucuran dana pinjaman dari Bank Dunia ke Kementerian Agama membuat siswa madrasah diharuskan membayar. ''Itu namanya bukan membantu kalau siswanya bayar,'' kata dia.

Yunahar menambahkan, berbeda halnya jika Kemenag menerima dana hibah. Menurutnya, dana tersebut tentu positif untuk peningkatan madrasah karena tidak perlu ada pengembalian dana. Banyak institusi internasional yang kerap memberi dana hibah. Misalnya Islamic Development Bank dan Bank Dunia.

''Bagus kalau dapat hibah. Cari hibah dari Bank Dunia, IDB, dan dari mana-mana. Hibah yang besar-besar juga ada kok. Hibah dari Jepang juga ada, dari ADB, dari negara kaya, tergantung bagaimana melobinya,'' tuturnya.

Yunahar mengakui Kemenag memiliki tujuan yang baik yakni untuk meningkatkan kualitas madrasah. Tapi menurut dia seharusnya dana tersebut sebetulnya cukup dari APBN.

''Meyakinkan komisi VIII soal pentingnya dana madrasah, dan biar Kementerian Keuangan yang memikirkan dari mana bisa mendapat dana itu,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kerusuhan Meluas ke Sorong, Massa Rusak Fasilitas Bandara Serta Bakar Mobil dan Motor
GoNews Mahasiswa Papua dan Warga Saling Lempar Batu di Makassar, Kapolres Ikut Melerai
GoNews Ustaz Abdul Somad Heran, Ceramah dalam Masjid 3 Tahun Lalu Kok Baru Viral dan Dilaporkan Sekarang
GoNews Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Bareskrim
GoNews Tiga Polisi Terluka Akibat Kerusuhan di Manokwari
GoNews Massa Bakar Kantor DPRD Papua Barat, Suasana Mencekam
GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
wwwwww